Duh! Ditemukan Hati Sapi Bercacing di 2 Pasar di Purworejo

Nani Suherni ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 14:15 WIB
Duh! Ditemukan Hati Sapi Bercacing di 2 Pasar di Purworejo
Pengawasan rumah pemotongan hewan (RPH), menjelang Lebaran oleh Pemkab Purworejo (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

PURWOREJO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Purworejo masih menemukan hati sapi bercacing saat melakukan pengawasan bahan pangan asal hewan. Langkah pembinaan pun dilakukan dengan terjun langsung ke 20 pasar di Kabupaten Purworejo serta rumah pemotongan hewan (RPH), menjelang Lebaran ini.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Wasit Diono mengungkapkan, hati sapi yang ditemukan terinfeksi cacing pita ditemukan di dua pasar. Sebanyak 2,6 kilogram di Pasar Suronegaran dan 1,5 kilogram di Pasar Baledono.

“Hasil temuan itu langsung kita sita untuk dimusnahkan, karena berbahaya apabila dikonsumsi manusia,” ujarnya, dilansir dari website resmi Pemprov Jateng, Kamis (21/5/2020).

Wasit mengatakan, kegiatan pembinaan bertujuan melindungi masyarakat konsumen. Lebih lanjut Wasit menambahkan, pengawasan di RPH dilakukan pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, saat dimulainya proses pemotongan. Selain itu, daging dari luar kota yang perlu diperiksa ulang di RPH Baledono juga datang pada sekitar jam tersebut.

“Penyembelihan sapi harus dilakukan di RPH, untuk memastikan sapi yang dipotong bukan sapi betina produktif,” katanya.

Menurut data DPPKP, daging sapi yang beredar di pasar Purworejo berasal dari beberapa rumah potong hewan. Di antaranya, dari RPH Baledono yang menyembelih tiga ekor dengan berat daging sekitar 850 kilogram, RPH Kutoarjo satu ekor berbobot sekitar 350 kilogram. Selain itu, pemotongan mandiri di Bener sebanyak dua ekor dengan berat daging sekitar 450 kilogram.

Ada juga pasokan daging sapi dari Boyolali 71 kilogram, serta daging dari Magelang 1.080 kilogram. Sedangkan estimasi daging ayam di Pasar Suronegaran sebanyak 4 ton, Pasar Kutoarjo tiga ton, Pasar Baledono dan Pasar Grabag masing-masing setengah ton.


Editor : Nani Suherni