Ganjar Pranowo Dikritik Netizen Gegara Tanya Harga 5 Botol Madu

Nani Suherni ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 07:53 WIB
Ganjar Pranowo Dikritik Netizen Gegara Tanya Harga 5 Botol Madu
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima bantuan hand sanitizer dan masker (Foto: iNews/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikritik warganet di media sosial Twitter. Dalam komentarnya, netizen dengan @bramanski meminta Ganjar untuk membaca sebelum bertanya di medsos.

Awal dari kritikan itu muncul saat akun @cdk2lhkjateng mempromosikan madu hasil panen warga Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Dalam postingan tersebut dituliskan harga masing-masing varian madu yang dijual yakni lebah melifera Rp100.000 dan Trigona Rp200.000.

"Beliau Bp Ulil Albab (KT Sumber Urip) Ds Lahar Kec. Tlogowungu Kab Pati, sedia madu dari lebah Melifera (100k) maupun Trigona (200k). Saat ini msh ada stock 700 kg. No kontak 082220081242," tulis akun @cdk2lhkjateng.

Ganjar pun menanyakan untuk lima botol madu jika kirim harganya berapa. Namun, pertanyaan Ganjar justru menuai kritik dari pemilik akun @bramanski.

Tangkapan layar kritikan netizen ke Ganjar Pranowo
Tangkapan layar kritikan netizen ke Ganjar Pranowo



"Kirim 5 botol. Brp harganya?," tulis Ganjar.

"Bagaimana masyarakatnya mau membudayakan membaca kalau pemimpinnya saja begini. Sudah jelas dideskripsikan ada dua varian masing-masing seharga 100 ribu dan 200 ribu. (100K) itu 100 ribu, pak," kata akun @bramanski.

Kritikan dari @bramanski pun tak luput dari balasan Ganjar. Orang nomor satu di Jateng itu hanya benerakan kritikan tersebut.

"Iya ya... anda betul," kata Ganjar.

Netizen lain pun itu membanjiri kritikan @bramanski. Ada yang dan mengkritik balik Ganjar.

"Kalo dia betul , berarti jenengan salah ya pak?," tulis akun @WandhiYudhisti3.

"Anak Muda yang gak tahu Sopan santun, Kan pak @ganjarpranowo tidak tahu ongkos kirimnya berapa. Ini pasti Gerombolan kang Nyinyir. Gak ditanya kok maki maki. Mau nyari viral kali!," ujar akun @drs_purwono.

Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: Cerita Tukang Parkir yang Ikhlas Tertunda ke Makkah Meski Sudah 15 Tahun Menabung


Editor : Nani Suherni