Gugur karena Covid-19, Jenazah Dokter RSUD Grobogan Disambut Isak Tangis Rekan Kerja

Rustaman Nusantara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 12:02 WIB
Gugur karena Covid-19, Jenazah Dokter RSUD Grobogan Disambut Isak Tangis Rekan Kerja
Kedatangan jenazah dokter Sovian Endy Prajoko di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi, Grobogan,Jawa Tengah, Rabu (8/7/2020) malam. (Foto: iNews/Rustama Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Kedatangan jenazah dokter Sovian Endy Prajoko di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi, Grobogan disambut isak tangin rekan kerja dan para medis. Positif virus corona, dokter Endy merupakan salah satu tim Covid-19 yang bertugas di ruang unit gawat darurat.

Dia sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi Solo selama dua hari. Namun, Rabu (8/7/2020) dia akhirnya meninggal dunia. Endy diduga terpapar Covid-19 dari pasien positif.

Saat itu, rumah skait melakukan rapid test dan tes swab ke seluruh medis dan karyawan RSUD Dr R Soedjati Purwodadi. Hasilnya, dokter Endy dinyatakan positif. Mendapat kabar dokter Endy meninggal, RSUD Dr R Soedjati Purwodadi pun menggelar upacara penyambutan dan pelepasan pahlawan kemanusiaan ini berlangsung haru dan sederhana.

Jenazah dokter Endy kemudian diberangkatkan dari RSUD Dr R Soedjati menuju rumah duka. Dokter Endy meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil dan seorang istri. Jenazah dokter endy akan langsung dimakamkan setiba di rumah duka.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengaku jengkel dengan perilaku masyarakat yang sangat bandel untuk mematuhi protokol kesehatan. Banyak para tim medis yang akhirnya gugur karena ketidakpatuhan masyarakat.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa, karena beliau berjasa. Tolong masyarakat harus disiplin jalankan protokol kesehatan," kata Sri Sumarni, Rabu (8/7/2020) malam.

Sri Sumarni juga menambahkan Grobogan hingga saat ini belum bisa menuju zona hijau. Jumlah pasien positif perharinya semakin bertambah banyak.

Update data Covid-19 Pemkab Grogoban, hingga Rabu (8/7/2020) ada sekitar 140 kasus positif. Rinciannya, 48 orang sembuh, 17 orang meninggal dan 75 orang masih dirawat.


Editor : Nani Suherni