get app
inews
Aa Text
Read Next : PCNU Pati Kecam Dugaan Pelecehan Puluhan Santriwati, Minta Polisi Segera Tahan Kiai Pesantren

Hotman Paris Turun Tangan, Siap Dampingi Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Pati

Kamis, 07 Mei 2026 - 12:15:00 WIB
Hotman Paris Turun Tangan, Siap Dampingi Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Pati
Tim Hotman Paris bersama korban dugaan pelecehan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo Pati di Jakarta untuk mendapatkan pendampingan hukum. (Foto: iNews TV/Mahardika)

CIREBON, iNews.id - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turun tangan dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hotman secara terbuka mengundang para korban untuk datang ke Jakarta untuk bersuara.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pengasuh pesantren berinisial Kiai A tersebut kini menjadi perhatian publik. Bahkan Hotman menyatakan siap menanggung biaya perjalanan para korban yang berani bersuara dan datang ke Jakarta untuk mencari keadilan.

“Bagi para korban santri lainnya yang mau jalan darat ke Jakarta, Hotman bersedia membantu membiayai perjalanan asalkan kalian berani bersuara,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Hingga Kamis siang, sejumlah korban diketahui sudah dijemput dan diberangkatkan menuju Jakarta oleh tim Hotman 911. Menariknya, dua korban yang ikut berangkat merupakan pasangan suami istri.

Sang suami mengaku bukan hanya istrinya yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual, tetapi dia juga mengalami kerugian secara finansial. Dengan suara terbata-bata, korban berharap kasus tersebut bisa dibongkar secara terang dan para korban mendapatkan perlindungan hukum.

“Ini ada lima orang rencananya mau ikut undangan Bapak Hotman Paris. Mau menjelaskan kasus iblis Ashari ini. Harapannya, pondoknya, semuanya dibubarkan,” ujar salah satu korban berinisial S.

Dia juga berharap para korban yang trauma atas perbuatan oknum kiai tersebut mendapat perhatian.

"Korban pelecehan agar mendapat pendampingan karena ini luka seumur hidup," katanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren tersebut sebelumnya viral dan memicu reaksi keras masyarakat setelah jumlah korban disebut mencapai 50 orang.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut