Ini Jurus Ganjar Sukses Turunkan Inflasi di Jateng 0,69 Persen dalam Sebulan

Ahmad Antoni ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 08:43:00 WIB
Ini Jurus Ganjar Sukses Turunkan Inflasi di Jateng 0,69 Persen dalam Sebulan
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengecek harga kebutuhan pokok di Pasar Manis Banyumas. (Ist)

SEMARANG, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi di Jawa Tengah mencapai 4,97 persen pada Juni 2022. Penyebab utamanya karena kenaikan harga kebutuhan pokok

Setelah beberapa langkah dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di bulan Juli inflasi Jateng berhasil turun 0,69 menjadi 4,28 persen. Kepala BPS Jateng Adhi W mengatakan, pada Juli inflasi Jateng lebih rendah dibanding nasional 0,64 persen. 

Di Jateng sendiri dari enam kota dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK paling tinggi. Di antaranya Kota Semarang dan Kota Tegal yang mencapai 0,59 persen. Namun secara tahun ke tahun, inflasi terbesar ada di Cilacap yaitu 6,78 persen, Solo 6,63 persen dan Tegal 6,56 persen. Artinya, di Semarang lebih rendah secara tahun ke tahun 4,87 persen. 

"Tapi secara umum, seluruh kota di IHK itu semua alami inflasi. Karena memang ada momen tertentu seperti penyesuaian harga BBM baik Pertaminadex atau Dexlite," katanya.

Dia mengatakan komoditas penyebab inflasi si Jateng adalah cabai merah, bawang merah, tarif angkutan umum, angkutan udara, dan rokok kretek.

Dia juga menambahkan, untuk kondisi inflasi dan deflasi tergantung tiga faktor yakni uang beredar yang mana Juli lalu ada tunjangan gaji 13 sehingga uang beredar pun lebih banyak, mobilitas seperti nanti 17 Agustus, serta uang sekolah yang gratis, dan lainnya. 

Harapannya di Agustus nanti kalau terjadi inflasi tidak terlalu besar. Setidaknya bisa di angka 0,2 persen atau bisa deflasi. "Ini juga tidak hanya kebijakan di Jateng tapi juga kebijakan nasional. Kalau harga bensin bisa turun, mudahan bisa terjadi deflasi," ucapnya.

Penurunan inflasi di Jateng tak lepas dari upaya Gubernur Ganjar Pranowo yang memerintahkan jajarannya di Pemprov Jateng untuk turut serta menekan laju inflasi dengan melakukan operasi pasar di enam daerah, yaitu Kota Semarang, Surakarta, Tegal Purwokerto, Kudus dan Cilacap. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: