Jenazah Corona Ditolak Warga, Bupati Banyumas: Saya Minta Maaf Kurang Sosialisasi

Saladin Ayyubi ยท Kamis, 02 April 2020 - 16:46:00 WIB
Jenazah Corona Ditolak Warga, Bupati Banyumas: Saya Minta Maaf Kurang Sosialisasi
Bupati banyumas Ahmad Husein (memakai APD) memimpin langsung proses pemakaman jenazah pasien corona. (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id – Pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di Banyumas ditolak warga beberapa desa di wilayah itu, Rabu (1/4/2020). Aksi warga desa tersebut disayangkan sejumlah pihak. Tak terkecuali Bupati Banyumas Ahmad Husein.

Menurut Ahmad Husein, kasus penolakan warga terhadap pemakaman jenazah corona karena kurangnya sosialisasi. Terkait itu, dia pun meminta maaf atas kurangnya sosialisasi terkait kasus virus korona yang sedang mewabah itu.

Dia meminta agar kasus tersebut tidak terjadi lagi. Husein juga  menjamin jika jenazah korban Covid-19 aman dan tidak menularkan ke orang yang masih hidup.

“Saya berharap warga Banyumas tidak salah paham dengan kejadian tersebut. Saya juga minta maaf kalau kurang sosialisasi soal kasus virus corona ini,” katanya, Kamis (2/4/2020).

Ahmad Husein mengatakan, jenazah yang meninggal akibat terinfeksi virus corona dalam kurun tujuh jam saat korban meninggal, virus juga secara otomatis akan ikut mati.

Selain itu, sebelum jenazah dimakamkan juga sudah dilakukan standar prosedur pemulasaran jenazah agar aman.

Aksi penolakan pemakaman jenazah korban virus corona terjadi di beberapa desa di wilayah Kabupaten Banyumas. Mereka menolak desanya menjadi tempat pemakaman jenazah pasien corona karena khawatir jika virus bisa menular ke warga di sekitar area pemakaman.

Saat itu, jenazah korban Covid 19 asal Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur akan dimakamkan di lahan milik pemda. Jenazah tersebut sudah ditolak warga sejak Selasa (31/3/2020) siang.

Warga mengadang mobil ambulans yang membawa jenazah corona di Banyumas, Rabu (1/4/2020). (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)
Warga mengadang mobil ambulans yang membawa jenazah corona di Banyumas, Rabu (1/4/2020). (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

 

Bupati Banyumas Ahmad Husein beserta Kapolresta Banyumas AKBP Whisnu Caraka yang ikut mengawal pemakaman jenazah korban Covid-19, bahkan tak berkutik mendapat penolakan warga.

Di lokasi lain, mobil jenazah yang membawa korban berbalik karena dilempari kayu oleh warga. Kapolresta Banyumas juga  menenangkan warga yang ikut menolak pemakaman jenazah korban Covid 19 di lokasi pemakaman umum.

Proses pemakaman ini mengalami kegagalan berkali-kali meski telah dilakukan penjelasan oleh aparat kepolisian dan pihak pemda. Sebab, jasadnya harus segera dimakamkan, maka pemerintah daerah selanjutnya memakamkan di sebuah tanah milik pemda yang berada di perbatasan dua desa, yakni Karangtengah dan Tumiyang.

Namun, kembali ditolak oleh warga, bahkan lebih ekstrem dibanding dengan tiga desa lainnya. Jasad korban yang sudah dimakamkan tersebut dipaksa oleh warga untuk dibongkar kembali.

Bupati Banyumas Achmad Husein pun  terpaksa menuruti kemauan warga dan ikut menggali makam tersebut hingga mengangkat jenazahnya sampai dimasukan ke mobil ambulans

Sempat terjadi kericuhan antara warga dengan bupati serta aparat kepolisian karena warga meminta agar iring-iringan kendaraan pembawa jenazah tidak melintasi jalan di desa dan harus memutar arah yang lebih jauh. Ironisnya lagi, salah satu mobil ambulans yang terpisah dengan rombongan dan hendak melewati jalur lain diadang oleh massa dan dilempari dengan kayu.

Meski mendapat penolakan keras di beberapa desa, jenazah pria terinfeksi Covid-19 akhirnya berhasil dimakamkan di sebuah desa di wilayah Kabupaten Banyumas.


Editor : Kastolani Marzuki