Jengkel Harga Kubis Rp500 per Kilo, Petani di Batang Buang Hasil Panen

Suryono Sukarno ยท Rabu, 16 September 2020 - 11:22 WIB
Jengkel Harga Kubis Rp500 per Kilo, Petani di Batang Buang Hasil Panen
Petani kubis di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Tohirin membuang hasil panennya (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

BATANG, iNews.id - Kecewa lantaran harga sayur mayur jenis kubis anjlok hingga Rp500 rupiah per kilogram, para petani membuang hasil panen dan dibiarkannya busuk. Akibat kejadian tersebut petani sayuran di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merugi hingga puluhan juta rupiah.

Dari pantauan iNews, di lahan pertanian sayur yang berada di Desa Deles, ratusan kubis tak dipanen. Bahkan kubis itu dibuang dan sengaja dibiarkan membusuk.

Petani mengeluhkan, selain harga kubis Rp500, pembeli juga menurun di pasaran. Sehingga hal ini membuat mereka jengkel.

"Sekarang Rp500 per kilo. Padahal dulu bisa sampai Rp2.000," kata petani kubis, Tohirin, Rabu (16/9/2020).

Tohirin mengatakan dengan harga jual Rp500 petani jelas merugi. Harga tersebut tidak bisa menutupi biaya operasional seperti membeli bibit, pupuk, dan perawatan hingga sewa. Anjloknya harga kubis sudah berlangsung selama tiga bulan ini.

"Modal gak balik, rugi tenaga. Paling ini kubis juga dimakan sendiri, sisannya ya dibuang-buang," katanya.


Editor : Nani Suherni