Kantor Bupati Kendal Ditutup akibat 2 ASN Positif Covid-19, Dinkes Swab Test Massal

Eddie Prayitno ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:46:00 WIB
Kantor Bupati Kendal Ditutup akibat 2 ASN Positif Covid-19, Dinkes Swab Test Massal
Kompleks Kantor Bupati Kendal ditutup akibat dua ASN positif terkonfirmasi virus corona. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Kompleks kantor Bupati dan Sekretariat Daerah (Setda) Kendal ditutup hingga akhir pecan menyusul dua aparatur sipil negara (ASN) positif terkonfirmasi virus corona (Covid-19), Jumat (7/8/2020). Pemkab juga meliburkan seluruh ASN.

Sejumlah tenaga kebersihan dan petugas tampak menyemprotkan disinfektan di seluruh ruangan untuk memutus mata rantai virus corona.

Dinas Kesehatan Kendal juga sudah menggelar rapid test massal kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN). Hasilnya, sebanyak 12 ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kendal dinyatakan reaktif. Sedangkan hasil swab yang dilakukan bersamaan dengan rapid test negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, swab test sudah dilakukan terhadap 100 ASN yang diduga kontak erat dengan pasien. Hasilnya negatif termasuk pegawai satu ruangan dengan pasien.

"Untuk swab kemarin diketahui ada 100, namun hasilnya keluar semalam dan hasilnya negatif semua," tutur Ferinando.

Selain swab test, Dinkes Kendal juga telah melakukan rapid tes kepada semua pegawai di lingkungan Setda Kendal yang tak memiliki kontak erat dengan pasien.

Hasilnya, ditemukan 12 orang pegawai reaktif dan dilakukan tes swab pada hari ini. "Kalau hasil swab negatif, untuk rapid ada 12 reaktif, hari ini mereka dilakukan swab," katanya.

Menurut Ferinando, tercatat sudah 200 sampel yang diujikan pada alat polymerase chain reaction (PCR) yang didatangkan Pemkab Kendal beberapa waktu lalu.  Alat tersebut terpasang di RSDC Kendal untuk dimaksimalkan menguji sampel swab di Kabupaten Kendal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya penularan Covid-19 melalui transmisi lokal. Terlebih beberapa pasien tidak menunjukkan gejala sehingga tidak diketahui siapa yang benar-benar sehat ataupun sudah terpapar virus corona.

Sekda mengimbau agar masyarakat peduli dan sadar untuk menjaga diri masing-masing dengan memakai masker setiap keluar rumah. Terlebih patuh dalam menjaga jarak dengan warga lain serta menghindari tempat-tempat yang mengundang kerumunan.

"Sekarang, kita tidak tahu siapa yang benar-benar sehat. Minimal dengan memakai masker bisa mencegah resiko penularan karena dupleks seseorang tidak menyebar," katanya.

Hingga kini, tercatat 305 orang di Kendal terpapar Covid-19, 170 pasien dinyatakan sembuh dan sisanya masih menjalani perawatan.

Editor : Kastolani Marzuki