Keutamaan Membaca Takbir, Tahmid, Tasbih di Hari Raya Idul Adha

Kastolani · Kamis, 30 Juli 2020 - 18:45 WIB
Keutamaan Membaca Takbir, Tahmid, Tasbih di Hari Raya Idul Adha
Ilustrasi, warga menggelar takbir di malam Idul Adha. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Malam ini, seluruh umat islam di dunia tak terkecuali di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) atau 10 Duzilhijjah 1441. Takbir, tahmid dan tasbih malam ini pun menggema di seantero dunia untuk mengagungkan dan membesarkan asma Allah.

Di malam yang penuh keberkahan dan istimewa itu, Muslim dianjurkan melakukan amalan-amalan sunah untuk menghidupkan malam hari raya. Salah satunya membaca takbir, tahmid dan tasbih.

Imam al-Hafidz al-Muhaddits al-Hujjah Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf an-Nawawiy ad-Dimasyqiy asy-Syafi’i atau yang lebih masyhur dengan sebutan Imam Nawawiy, dalam kitab beliau yaitu kitab al-Adzkar menuturkan,[1]

اعلم أنه يُستحبّ إحياء ليلتي العيدين بذكر اللّه تعالى والصلاة وغيرهما من الطاعات للحديث الوارد في ذلك: “مَنْ أَحْيا لَيْلَتي العِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ القُلُوبُ” ورُوي “مَنْ قَامَ لَيْلَتي العِيدَيْنِ لِلَّهِ مُحْتَسِباً لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ حينَ تَمُوتُ القُلُوبُ” هكذا جاء في رواية الشافعي وابن ماجه ، وهو حديث ضعيف رويناه من رواية أبي أمامة مرفوعاً وموقوفاً، وكلاهما ضعيف، لكن أحاديث الفضائل يُتسامح فيها كما قدّمناه في أوّل الكتاب. (الأذْكَار للنووي, صـ 155).

“Ketahuilah bahwa disunnahkan (dianjurkan) menghidupkan malam kedua hari raya dengan dzikir kepada Allah, shalawat dan yang lainnya seperti perbuatan-perbuatan ketaatan, berdasarkan hadits yang warid tentang yang demikian : “Barangsiapa menghidupkan malam hari raya (‘ied), hatinya tidak akan pernah mati pada hari kematian hati”.

Dan diriwayatkan “barangsiapa yang menegakkan malam-malam hari-raya karena Allah dengan penuh keikhlasan, hatinya tidak akan pernah mati hingga hari kematian hati,”.

Selain takbir, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan dzikrullah, memperbanyak shalawat, tilawah Alquran, doa’-do’a dan amal-amal ibadah lainnya.

Sedangkan Imam asy-Syafi’i didalam kitab al-Umm mengatakan bahwa ada lima malam yang apabila berdo’a di malam tersebut akan di kabulkan yaitu malam Jum’at, malam kedua hari raya (‘idul Fitri dan ‘idul Adha), malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.


Editor : Kastolani Marzuki