Kisah Andi Purnomo, Santri asal Tegal Jadi Imam Masjid di UEA

Kastolani · Sabtu, 30 Oktober 2021 - 07:00:00 WIB
Kisah Andi Purnomo, Santri asal Tegal Jadi Imam Masjid di UEA
Andi Purnomo mengisi khotbah salat Idul Fitri di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai, UEA tahun 2018. (Foto: Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, iNews.id – Keinginan Andi Purnomo (32), santri asal Desa Lemah Duwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya terwujud. 

Andi yang hafal 30 juz Alquran ini terpilih dari ratusan peserta seleksi yang diuji langsung oleh sejumlah syeikh dari Kementerian Urusan Islam dan Wakaf Abu Dhabi UEA.

“Saya seakan tak percaya ketika diumumkan lulus seleksi imam masjid di UEA dan harus berangkat ke Timur Tengah dengan segala tantangan kehidupan baru. Inilah anugerah dari Allah, dukungan doa dari orang tua dan para kiai,” kata Andi dikutip dari laman setda.kabtegal.go.id, Jumat (29/10/2021).

Kisah Andi Purnomo menjadi imam masjid di UEA berawal saat dirinya sedang menyelesaikan tugas tesisnya di Program Magister Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Saat itu, Andi mendapatkan informasi dari salah satu dosen di PTIQ Jakarta tentang informasi seleksi imam masjid di Uni Emirat Arab.

Informasi tersebut tak disia-siakannya dengan segera mendaftar. Tak tanggung-tanggung, pengujian seleksi imam masjid yang diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat ini dilakukan langsung oleh beberapa Syeikh dari tim Kementerian Urusan Islam dan Wakaf Abu Dhabi UEA.

Andi Purnomo (keempat dari kanan) bersama Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab di Abu Dhabi, H.E. Husin Bagis. (Foto: Humas Pemkab Tegal)
Andi Purnomo (keempat dari kanan) bersama Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab di Abu Dhabi, H.E. Husin Bagis. (Foto: Humas Pemkab Tegal)

Awalnya, Andi agak pesimis dan grogi karena peserta seleksi saat itu lebih dari 100 orang yang datang dari berbagai penjuru tanah air dan dengan beragam latar pendidikan. Terlebih, karena urut abjad, namanya selalu yang dipanggil pertama kali oleh tim penguji.

Materi tes yang diujikan meliputi hafalan Alquran 30 juz yang disampaikan secara random atau acak, menyampaikan khutbah berbahasa arab hingga keilmuan di bidang fikih. Seluruh proses wawancara dilakukan dengan bahasa Arab dan memastikan mereka yang terseleksi berpaham Islam moderat.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: