Kisah Inspiratif Pemuda di Rembang Kembangkan Budi Daya Ikan Lele Jadi Keripik Olahan

Musyafa · Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:38:00 WIB
Kisah Inspiratif Pemuda di Rembang Kembangkan Budi Daya Ikan Lele Jadi Keripik Olahan
Proses pengolahan ikan lele. Muhammad Rubihandi menunjukkan keripik lele yang sudah jadi. (iNews/Musyafa)

REMBANG, iNews.id  – Sekelompok pemuda di Dusun Rumbutmalang, Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang tergerak untuk mencari peluang bisnis baru dari potensi ikan lele. Ide itu berawal dari budi daya ternak ikan lele yang sering merugi akibat tingginya biaya pakan.

Tokoh pemuda Dusun Rumbutmalang Desa Dresi Kulon, Muhammad Rubihandi menceritakan semula ada sekira 12 orang di kampungnya membudidayakan ikan lele, termasuk ia sendiri. Namun lama kelamaan jumlahnya semakin berkurang, karena alasan biaya pakan tinggi. Begitu waktunya menjual, harga ikan lele justru anjlok di pasaran.

Ancaman gulung tikar benar-benar menjadi momok menakutkan bagi peternak lele. Dia mulai terpikir, bagaimana caranya bisa membeli ikan lele dari peternak, untuk mengangkat lagi semangat mereka.

“Dari 12 orang, tinggal 7 orang yang membudidayakan lele. Alasannya, biaya perawatan tinggi, harga jual anjlok. Harga cuma Rp14.000 per kilogram, gimana mau maju. Memang benar pak, kendala itu saya rasakan sendiri, “ tuturnya.

Pemuda yang masih kuliah di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini kemudian tercetus ide membuat keripik olahan dari ikan lele. Mengingat di daerah Rembang dan sekitarnya belum ada yang memroduksi.

"Saya ingin out of the box, cari dari sudut pandang yang lain. Biar ada variasi, nggak cuma pecel lele, " ujarnya. Tanpa modal sama sekali, ia bersama sejumlah rekannya melakukan uji coba pembuatan keripik lele. Sempat berulang kali gagal, bahkan sampai menghabiskan 50-an kg lele.

Pasca dua bulan masa uji coba, akhirnya mampu menghasilkan produk yang tepat dan layak untuk dipasarkan. “Ya maklum karena kita masih tahap belajar. Waktu itu saya minta lele dari tetangga, minyak goreng bawa dari rumah, sedangkan temen-temen yang cewek membawa bumbu dari rumah masing-masing. Kita difasilitasi tempat di rumah perangkat desa pak Kamituwo, “ katanya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: