Kisah Perjuangan Singadipa, Keturunan Bangsawan Dukung Pangeran Diponegoro Lawan Belanda

Tim iNews.id · Senin, 08 Agustus 2022 - 06:06:00 WIB
Kisah Perjuangan Singadipa, Keturunan Bangsawan Dukung Pangeran Diponegoro Lawan Belanda
Ilustrasi perang Diponegoro. (Ist)

PURWOKERTO, iNews.id – Nama Singadipa tidak terlalu asing bagi warga Purwokerto dan Banyumas. Dia adalah salah satu tokoh di Kabupaten Banyumas yang lahir tahun 1800 dan meninggal tahun 1878 M. 

Dalam sejarahnya, Singadipa pernah bergabung dengan Pengeran Diponegoro pada tahun 1822 saat melawan Belanda. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber sejarah, salah satunya tulisan Fauzi Wahyu Hidayat dari UIN Saefuddin Zuhri, Purwokerto menyebutkan bahwa Singadipa masih sangat muda ketika bergabung dengan Diponegoro. Kalau dia lahir pada 1800, berarti pada waktu bergabung dengab Pangeran Diponegoro pada usia 22 tahun.

Singadipa disebut masih keturunan darah bangsawan dari kadipaten Pasirluhur. Ayahnya menjadi abdi di kerajaan Mataram, diangkat sebagai Lurah Prajurit oleh Diponegoro dalam perang melawan Belanda seperti dikutip dari iNewsPurwokerto.id.

Singadipa yang sampai akhir hayat memiliki jiwa patriot dan kepahlawanan serta kesetiannya kepada bangsa dan negara patut diteladani pemimpin-pemimpin zaman sekarang.  Dalam literatur sejarah disebutkan, pada satu ketika Singadipamengumpulkan semua demang-demang yang ada di wilayah Ajibarang, para pemimpin atau nayaka praja juga putra-putrinya termasuk putra mantu. 

Singadipa yang baru saja pulang dari Keraton Surakarta menghadap Kajeng Sinuwun Paku Buwono VI. Dia diperintahkan untuk menyampaikan berita bahwa setelah Sultan Hamengko Buwono IV wafat, di Kasultanan Yogyakarta sedang ada kemelut. Hal itu terjadi akibat kebijakan bangsa Belanda, Belanda mengangkat R.M. Menol menjadi Sultan di Yogyakarta.

Pengangkatan tersebut didukung oleh Patih Danureja yang diangkat dan memihak Belanda. Pangeran Diponegoro dan saudara-saudaranya tidak setuju atas pengangkatan itu, dan lebih baik untuk sementara waktu tampuk pemerintahan diserahkan salah satu dari kerabat kraton yang memahami betul tentang tata negara dan tata pemerintahan. 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: