get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger! Mayat Pria asal Demak Ditemukan dalam Hutan Darupono Kendal

Kisah Petani Tua, Puluhan Tahun Kesulitan Mengubah Status Sosial

Senin, 30 Agustus 2021 - 11:17:00 WIB
Kisah Petani Tua, Puluhan Tahun Kesulitan Mengubah Status Sosial
Murodi, petani tua asal Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten demak saat mencabuti rumput sawah. Foto: iNews/Taufik Budi.

Namun harapan itu hanya menjadi impian di siang bolong karena harga gabah masih sangat rendah. Harga pokok penjualan (HPP) gabah sebesar Rp4.200 per kilogram, dalam praktik di lapangan sering berada di bawahnya. 

Kondisi ini menjadi pukulan berat karena tidak bisa menutup biaya masa tanam. Terlebih para petani sering dihadapkan masalah kelangkaan pupuk. Nelangsa hidup sebagai petani tak hanya dialami Mbah Murodi. 

Jutaan rakyat yang menggantungkan hidup dari mengolah sawah juga merasakan nasib serupa. Negeri agraris hanya menjadi jargon karena tak mampu menyejahterakan para petani. 

Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto menilai, kehidupan petani tak pernah berubah sejak zaman dulu. Perlindungan harga gabah masih sangat minim, karena fokus pada penyediaan subsidi pupuk. 

“Padahal petani lebih memilih membeli pupuk dengan harga sedikit mahal asal harga gabah dijamin oleh pemerintah,” kata Sumanto. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut