Kisah Wanita Tinggal Sendirian di Jalur Maut dan Angker Perbatasan Rembang-Blora

Musyafa ยท Kamis, 08 April 2021 - 12:43:00 WIB
Kisah Wanita Tinggal Sendirian di Jalur Maut dan Angker Perbatasan Rembang-Blora
Sri Haryati tinggal sendirian di perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora. (iNews/Musyafa)

Ketika malam, pintu rumahnya beberapa kali juga pernah diketuk, terdengar suara memanggil “Mbah..Mbah...”.  Saat ia membuka pintu, ternyata tidak ada siapa-siapa. Bagi Sri, hal-hal seperti itu dianggap biasa. “Ibu ya nggak takut, ndak merinding. Lha mau gimana lagi, “ katanya sambil tersenyum.

Menurut dia, sisi positif tinggal sendirian tanpa tetangga membuat hidupnya tenang dan nyaman. Lagi pula, sejauh ini tidak pernah ada pelaku berbuat jahat. Sisi kekurangannya, ia sering kesulitan mencari bahan belanja untuk keperluan memasak. “Kalau nggak ada bakul keliling ya terpaksa beli ke warung di dekat gapura perbatasan, “ ujar Sri.

Meski memasuki usia senja, Sri masih giat bekerja sebagai penjual rempeyek, kuliner gorengan makanan ringan. Rempeyek dititipkan ke warung-warung dan dijual ke Pasar Medang, Blora.

Ia beralasan tak ingin merepotkan anak-anaknya. Meski hidup seadanya, Sri meyakini Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi umatnya.

“Misal besok ndak ada yang saya makan, saya ndak susah, karena Gusti Allah ndak tidur. Pasti kasih umatnya yang mau berusaha, “ katanya.

Editor : Ahmad Antoni