Kota Tak Mampu Tangkal Varian Delta, Ganjar Kobarkan Perlawanan Gerilya dari Desa

Ahmad Antoni ยท Senin, 19 Juli 2021 - 15:31:00 WIB
Kota Tak Mampu Tangkal Varian Delta, Ganjar Kobarkan Perlawanan Gerilya dari Desa
Gubernur Ganjar Pranowo saat Rembug Desa membahas penanganan Covid-19 khususnya varian Delta. (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id  - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerapkan strategi anyar melawan gempuran Covid-19 di Jateng khususnya varian Delta. Ganjar membuat terobosan baru bernama Rembug Desa dengan mendayagunakan entitas desa.

Melalui program ini, Ganjar ingin menyaring informasi faktual yang ada di lapangan, termasuk mendengar keluhan atau kendala yang dihadapi desa dalam penanganan pandemi. Sekaligus bisa memberikan arahan langsung dan menyerap contoh baik yang telah dilakukan beberapa desa agar ditiru daerah lainnya.

Mungkin rapat gubernur dengan kades-kades terkait pandemi ini kali pertama terjadi di Indonesia. Rembug Desa ini dilatarbelakangi pemikiran, bahwa desa dengan masyarakat dan aparaturnya adalah garda depan perlawanan pandemi sesungguhnya. 

Apalagi, perlawanan dari kota, sudah tidak mampu lagi membendung serangan virus Delta. Dengan begitu, Ganjar mencoba strategi baru dengan memaksimalkan perlawanan gerilya dari desa. Dari Desa Mengepung Corona.

Rembug Desa dilaksanakan setiap hari secara daring dan bergiliran tiap Kabupaten/Kota. Program ini dimulai perdana hari ini, Senin (19/7). Lurah/Kades se Banjarnegara mendapat kehormatan menjadi yang pertama diajak Ganjar rapat terkait penanganan Corona di daerahnya masing-masing.

Sebanyak 244 Lurah/Kades di Banjarnegara begitu antusias mengikuti acara Rembug Desa itu. Setelah acara dibuka, Lurah/Kades itu saling berlomba mengacungkan tangan untuk berbicara. 

Kades Bawang, Purwandaru misalnya. Dia begitu semangat menyampaikan pelaksanaan PPKM Darurat di desanya. Kepada Ganjar, Purwandaru menjelaskan bahwa pihaknya aktif menggelar operasi justisi gabungan bersama TNI/Polri, Forum Kesehatan, tokoh masyarakat sampai Ketua RT/RW.

"Kegiatan kami menitikberatkan pada peningkatan kesadaran. Kami persuasif menyadarkan jika ada yang teledor prokes," katanya. Jogo Tonggo di desanya juga berjalan baik. Ada 22 orang yang positif Covid-19 di desanya, semua isolasi di rumah dan ditangani Jogo Tonggo.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: