Lokasi 9 Korban Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Memiliki Kedalaman 25 Meter
BOYOLALI, iNews.id – Lokasi 9 korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali ternyata cukup dalam. Kedalaman waduk di lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 20-25 meter.
“Lokasi kejadian tenggelamnya perahu mempunyai kedalaman air sekitar 20-25 meter dengan luas area sekitar 4 hektare,” kata Kabid Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, Sabtu (15/5/2021).
Tanggap darurat operasi pencarian korban dibuka lima hari ke depan selama 24 jam. Tim SAR gabungan hingga Sabtu sore tadi masih melakukan observasi area. Tim SAR gabungan dengan sumber daya baik dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Sedangkan, logistik dari Pemkab Boyolali, dan peralatan yang dibutuhkan lima perahu LCR, penyelam, serta kantong mayat.
"Dari 9 korban yang masih dalam pencarian, empat orang di antaranya, warga Desa Pilang Rejo, Juwangi Kabupaten Boyolali, dan lima lainnya warga Karangrayung Kabupaten Grobogan Purwodadi," kata Kurniawan.
Sebelumnya, perahu wisata tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu Desa Wonoharjo, Kemusu, Kabupaten Boyolali sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa berawal dari para wisatawan yang berebut berfoto selfie. Dalam kecelakaan, 9 dari 20 wisatawan yang tenggelam belum ditemukan.
Saat itu, perahu milik Kardiyo menuju warung apung yang dibawa Galih. Rencananya, para penumpang akan makan di sana. Ketika perahu sudah hampir sampai di warung apung, banyak penumpang yang melakukan selfie atau berswafoto di depan perahu.
Akibatnya perahu yang ditumpangi menjorok ke depan. Air mulai masuk sehingga kapal bersama 20 penumpang terbalik.
Adapun nama-nama korban tenggelam dan belum ditemukan, yakni Siti Mukaromah, Wilda, Niken Safitri, Tituk Mulyani, Ana, Zamzam, Jalal, Jalil, dan Desti.
Sementara nama-nama 11 wisatawan yang selamat atau telah ditemukan, yakni, Alya, Mustakim, Suswanti, Laras, Supriyadi, Andre, Khoirunisa, Rifki Edi, Andi, Adi dan Tinuk.
Editor: Ary Wahyu Wibowo