Marak Peredaran Rokok Ilegal, Pengusaha Kecil di Kudus Resah

Antara ยท Minggu, 14 Agustus 2022 - 18:17:00 WIB
Marak Peredaran Rokok Ilegal, Pengusaha Kecil di Kudus Resah
Sejumlah pekerja rokok di salah satu pabrik golongan III di kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus, Jawa Tengah, menyelesaikan pekerjannya memproduksi rokok. (Antara)

KUDUS, iNews.id – Peredaran rokok ilegal meresahkan sejumlah pengusaha rokok golongan kecil di Kabupaten Kudus. Pasalnya, peredaran rokok ilegal bisa menurunkan omzet penjualan karena rokok ilegal dijual lebih murah.

"Saat ini, kondisi perekonomian memang sedang bangkit dari sebelumnya terdampak pandemi. Sehingga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya," kata Pemilik Pabrik Rokok Rajan Nabadi Kudus Sutrisno, Minggu (14/8/2022).

Dia mengakui selama masa pandemi kapasitas produksinya hanya 42 bal per harinya, sedangkan saat ini meningkat menjadi 60 bal per harinya.

Untuk wilayah pemasarannya, kata dia, mulai dari daerah di Jawa Barat, Sumatera hingga wilayah Jawa Timur.

Akan tetapi, dia mengaku, mengkhawatirkan dengan maraknya peredaran rokok ilegal, karena di beberapa wilayah pemasarannya memang bersaing dengan rokok ilegal yang dijual dengan harga Rp10.000 per bungkus dengan isi 20 batang. Sedangkan rokok miliknya dijual Rp8.000 per bungkus dengan isi 12 batang dan saat ini hampir semua bahan baku naik.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: