Pantau Pergerakan Warga, Wali Kota Semarang Pasang 1.000 CCTV

Taufik Budi · Kamis, 13 Agustus 2020 - 05:11:00 WIB
Pantau Pergerakan Warga, Wali Kota Semarang Pasang 1.000 CCTV
Sebanyak 1.000 closed circuit television (CCTV) dipasang di berbagai lokasi strategis di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Ist)

SEMARANG, iNews.id - Sebanyak 1.000 closed circuit television (CCTV) dipasang di berbagai lokasi strategis di Kota Semarang, Jawa Tengah. Hal ini bertujuan untuk mengawasi pergerakan warga.

Bukan hanya untuk mencegah aksi kriminalitas, CCTV juga memantau jumlah kendaraan dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. 

“Mestinya tahun ini ada lagi 11.000 (CCTV). Kami berharap minimal ada tiga periode pembelian CCTV untuk masyarakat, yang akan kami gandeng dengan CCTV yang sudah dipasang oleh swasta sehingga kota ini memang benar-benar terpantau setiap jejak langkah masyarakat,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (12/8/2020).

Dia mengemukakan, pemasangan kamera pengintai itu ditingkatkan dengan sistem analisis otomatis CCTV (analytics CCTV) yang ada di seluruh Kota Semarang. 

Dengan fungsi analytics, CCTV tak sebatas merekam kondisi lingkungan dengan output video saja, melainkan memiliki kemampuan menganalisis secara otomatis terhadap setiap kejadian yang terekam. 

Dengan kemampuan analisis tersebut, CCTV di Kota Semarang dapat secara otomatis mendeteksi dan menentukan peristiwa temporal serta spasial.

Sistem ini juga dapat secara langsung menyimpulkan jumlah orang maupun kendaraan, keberadaan parkir liar, sampah, genangan air,dan berbagai hal lain. Pada tahap awal, sistem CCTV analytics akan diterapkan pada 16 unit kamera pengawas yang berada di Simpang Lima, Kota Lama, wilayah Segitiga Emas dan juga pada 300 unit CCTV di wilayah perkampungan yang memiliki potensi kerawanan tertentu.

Pemantauan analytics CCTV dilakukan di Situation Room kawasan Balai Kota Semarang. “Mengapa CCTV analitik ini menjadi suatu keharusan yang penting untuk perkembangan kota Semarang? Karena, inti dari Semarang Smart City adalah mendorong pemerintah mampu melayani masyarakatnya lebih cepat dan efisien," tutur Hendrar.

Editor : Ranto Rajagukguk