Pemprov Jateng Pulihkan 251.037 Hektare Lahan Kritis di Jawa Tengah

Ahmad Antoni · Rabu, 27 Juli 2022 - 17:03:00 WIB
Pemprov Jateng Pulihkan 251.037 Hektare Lahan Kritis di Jawa Tengah
Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan penanaman pohon dalam rangka penghijauan dan reboisasi di hutan. (Ist)

SEMARANG, iNews.id – Pemprov Jateng telah memulihkan seluas 251.037 hektare lahan kritis di Jawa Tengah. Hal itu dilakukan dengan melakukan reboisasi dan penghijauan di hutan negara dan hutan rakyat di Jawa Tengah sejak periode pertama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjabat di tahun 2014 lalu.

Tercatat di tahun 2013 lahan kritis di Jawa Tengah mencapai 634.598 hektare. Dalam kurun waktu 8 tahun, telah diupayakan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 251.037 hektare. Pada tahun 2018 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah merilis data lahan kritis di Jawa Tengah tinggal 375.733 hektare.

“Secara umum di Jateng di kurun waktu 2014-2021, kita sudah menangani sekitar 39,5 persen dari luas lahan kritis yang tercatat di 2013. Itu di eranya Pak Ganjar di periode satu dan dua,” kata Kabid Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi SDA Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng, Soegiharto, Rabu (27/7/2022).

Pemulihan lahan dan hutan tersebut, papar Soegiharto, sejak periode pertama di tahun 2014 hingga saat ini, telah ada sebanyak 101 juta batang pohon ditanam untuk reboisasi dan penghijauan di Jawa Tengah.

“Selama periode Pak Ganjar sebenarnya beliau sangat menekankan bahwa aspek upaya pemulihan lingkungan ini sangat penting, salah satu visi beliau cintai lingkungan. Selama delapan tahun ini sudah ada sebanyak seratus juta batang pohon yang ditanam untuk penghijauan dan reboisasi,” ujarnya.

Secara teknis, Soegiharto menerangkan, 101 juta pohon yang ditanam tersebut beragam jenis, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lahannya. Untuk rehabilitasi hutan dan lahan produktif dipilih pohon seperti sengon, jati, mahoni, pinus, damar, jabon, suren, kayu putih, dan lainnya.

“Kalau untuk pelestarian dan sahabat air kita pilih pohon gayam, aren, beringin, bulu, mangrove, ketapang, kepoh, dan lainnya,”  katanya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: