Pengakuan Perekam Aksi Bullying 3 Siswa di Purworejo: Mereka yang Minta Divideoin

Joe Hartoyo ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 16:03 WIB
Pengakuan Perekam Aksi Bullying 3 Siswa di Purworejo: Mereka yang Minta Divideoin
Tiga tersangka perundungan terhadap siswi di sebuah SMP Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Joe Hartoyo)

PURWOREJO, iNews.id - Video bullying atau perundungan siswi di salah satu SMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) viral di media sosial. Perekam video pun angkat bicara soal niatnya mengambil adegan penganiayan tersebut.

Siswa berinisial F mengaku menjadi orang yang merekam detik-detik tiga siswa memukul dan menendang siswi di kelas. Dia menjelaskan, awalnya iseng membuat video di kelas VIII. Tetapi dia penasaran dengan keributan di kelas IX. Dia pun melihat ke lokasi kejadian, namun salah satu dari terduga pelaku bullying memintanya mengambil video.

"Saya iseng mau buat video apa di kelas VIII mau jajan apa, terus saya taruh HP di saku depan. Terus sama yang pukul itu bilang, dek video dek. Malah minta divideo," katanya, Kamis (13/2/2020).

Dia mengaku dalam kejadian itu korban ditendang hingga dipukul oleh ketiga siswa tersebut. F mengaku tidak berupaya untuk mencegah tindakan ketiganya.

"Dipukulin sama ditendang sama teman-teman," ujarnya.

Setelah video ini tersebar di media sosial facebook, Polres Purworejo bergerak mencari terduga pelaku. Saat ini ketiga siswa dalam video ditetapkan tersangka. Sementara F masih berstatus saksi.

Sebelumnya, video seorang siswi ditendang dan dipukuli oleh tiga siswa di dalam kelas secara bergantian di salah satu SMP di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, viral di media sosial setelah diunggah akun @black_valley1

Dalam video berdurasi 28 detik itu, terlihat seorang pelajar perempuan berkerudung duduk di dalam kelas sambil menunduk. Sementara, tiga siswa terlihat memukul siswi tersebut dengan sapu. Bahkan, ada adegan salah satu tersangka menendang perut korban beberapa kali.  Di akhir video, ketiga tersangka bergantian menendang siswi tersebut di perut dan pundak.


Editor : Nani Suherni