Petugas Temukan 8 Orang di Mess Agen ABK Kapal China yang Dilarung

Yunibar ยท Senin, 18 Mei 2020 - 13:44 WIB
Petugas Temukan 8 Orang di Mess Agen ABK Kapal China yang Dilarung
Mess ABK PT Lakemba Persada Bahari (LPB) di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Jateng (Foto: iNews/Yunibar)

TEGAL, iNews.id - Sejumlah petugas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng) mendatangi lokasi mess anak buah kapal China milik agen penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) PT Lakemba Persada Bahari (LPB) pada Senin (18/5/2020). Petugas menyisir satu persatu kamar ABK dan mendapati masih ada delapan orang asal Palembang Sumatera Selatan yang belum diberangkatkan.

Dari pantauan iNews, mess ABK tersebut berlokasi di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Kamar calon ABK berukuran 2,5x2,5 meter meter dan memiliki tempat tidur susun. Kondisi kamar sangat pengap tidak terawat dan dinding kamar penuh dengan coretan.

PT LPB ini merupakan agen yang memberangkatkan lima ABK ke Kapal Long Xing 629 berbendera China. Diketahui, empat orang ABK meninggal dunia, tiga di antaranya dilarung ke laut. Sedang 14 ABK telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Di mess PT LPB, para calon ABK yang belum diberangkatkan mengaku sudah tinggal sejak enam bulan lalu. Mereka setiap hari dilatih menggunakan peralatan penangkapan ikan seperti layaknya di kapal. Sebagian besar calon abk itu merupakan warga luar Pulau Jawa.

Salah seorang calon ABK asal Palembang, Andika Okta mengaku mendengar kabar penyiksaan di kapal. Namun, niatnya untuk berangkat melaut tidak padam.

Dia juga mengatakan, pihak agen tidak memungut biaya pendaftaran. Namun jika sudah mendapatkan gaji sebesar 300 dolar, baru akan dipotong separuhnya selama empat bulan untuk mengganti biaya pelatihan, paspor hingga pemberangkatan.

"Saya masih tetap ingin melaut, enggak khawatir. Kan itu semua sudah ada yang mengatur," kata Andika.

Selama di mess, para calon ABK mendapatkan jatah makan sehari tiga kali. Di mess juga terdapat simulator alat penangkapan ikan. Sayangnya, petugas Disnakerin Tegal tidak berhasil menemui pengelola agen karena kantor dalam kondisi tutup.

Sementara itu Lurah Tegal Sari Rusbandi mengatakan, agen penyalur tki PT LPB mengontrak rumah milik Wasto warga setempat sejak tahun 2018 lalu. Namun pihaknya tidak mengetahui aktivitas mess tersebut.

Pihak agen hanya mengurus surat keterangan domisili usaha. Saat di cek terdapat 25 kamar ABK yang bisa menampung 50 orang.

"Jadi hasil laporan dia menyewa rumah Wasto. Tertera sejak tahun 2018 messnya," ucapnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka agen penyalur TKI dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang. Mereka yakni F dari agen PT LPB di Tegal, W agen APJ di Bekasi dan J Agen penyalur TKI PT SMG di Pemalang.


Editor : Nani Suherni