Polimarin Siap Bertransformasi Hadapi Tantangan Persaingan Global
SEMARANG, iNews.id - Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) siap melakukan perubahan dan bertransformasi di tengah pandemi Covid-19. Perubahan itu sekaligus menjawab tantangan persaingan global.
“Polimarin selalu siap dalam segala situasi, walau dengan adanya pandemi Covid-19 bukan sebagai penghalang,” kata Direktur Polimarin, Sri Tutie Rahayu saat Launching Program Alih Jenjang Sarjana Terapan Program Studi Nautika secara daring, Rabu (16/6/2021).
“Namun kami bisa memanfaatkan untuk melakukan perubahan besar, menyelaraskan diri dengan cepatnya kemajuan zaman melalui launching program ini,” katanya.
Dia mengatakan, Sarjana Terapan Program Studi Nautika Polimarin siap menjawab dan mewujudkan kemajuan pendidikan di Indonesia. “Dengan SDM lokal yang unggul dan mumpuni bisa menjadi nilai baik untuk menjawab tantangan persaingan global,” ujarnya.
Menurutnya, Polimarin sebagai Kampus Vokasi Bela Negara dengan visi menjadi Kampus Politeknik Maritim Negeri bertaraf Internasional terus berupaya menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter, kompeten di bidang maritim, dan memiliki wawasan global yang berdaya saing tinggi dan berwawasan lingkungan.
“Sebab itu, Polimarin perlu adanya perubahan Program Studi (Prodi), perubahan kurikulum, dan perubahan karakter dosen,” kata dia. Hal itu selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa di era disrupsi digital, langkah yang harus diambil tidak boleh biasa-biasa saja. Cara-cara baru harus terus dikembangkan.
Mengutamakan kecepatan, kreatifitas, serta inovasi sebagai kunci memenangi kompetisi global. Lulusan perguruan tinggi harus melahirkan SDM yang mumpuni, kompeten, unggul, dan dibutuhkan pasar.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Skarinto mengatakan pihaknya sangat konsen pada dunia kemaritiman. “Bahkan SMK Kemaritiman juga bagian SMK pusat keunggulan yang kita tuju di sektor kemaritiman. Karena tidak ada tawar menawar lagi kita harus kuat dalam dunia kemaritiman,” kata Wikan.
“Karena kita negeri maritim, negeri kepulauan dengan jumlah area laut yang luas dan jumlah pulau yang sangat luar biasa,” katanya. Menurutnya, ada banyak aspek atau kebijakan yang sangat rasional erat dengan dunia kemaritiman, khususnya pembangunan SDM kemaritiman. “SDM vokasi sebagai jawaban untuk pilar kehebatan Indonesia khususnya pilar-pilar yang menguatkan karakter kehebatan kita,” ujarnya.
Dia mengatakan, kolaborasi antara perguruan tinggi baik itu perguruan tinggi di kementerian Dikbud Ristek ataupun perguruan tnggi kemaritiman yang ada di Kementerian Perhubungan dan kementerian lain berkolaborasi dan benar-benar mendapatkan support dari Kementerian Perhubungan dan stakeholder kemaritiman.
Sementara itu, dalam Launching Program Alih Jenjang Sarjana Terapan Program Studi Nautika bertema Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Maritim Melalui Penyelarasan Kompetensi SDM dan Kebutuhan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja menghadirkan sejumlah narasumber.
Di antaranya Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbudristek Beny Bandanadjaja, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Capt Sahatua, Kabag Pembinaan Karier Biro SDM Polda Jateng Edhi Cahyono.
Editor: Ahmad Antoni