Polresta Surakarta Tetapkan Perempuan Penyelundup Sabu-Sabu di Sandal Jadi Tersangka

Septyantoro, Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 12:47 WIB
Polresta Surakarta Tetapkan Perempuan Penyelundup Sabu-Sabu di Sandal Jadi Tersangka
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai saat menunjukan barang bukti sabu-sabu dan sandal yang digunakan tersangka penyimpan barang haram di Mapolresta Surakarta, Senin (10/2/2020). (Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto)

SOLO, iNews.id - Satuan Rekrim Polres Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) menetapkan seorang ibu rumah tangga, Emi Suryani (35) sebagai tersangka pada Senin (12/2/2020) usai menyelundupkan sabu-sabu ke Rutan Kelas 1A di Solo. Emi Suryani kedapatan menyusupkan sabu-sabu di sandal saat mengunjungi suaminya di rutan tersebut.

"Seorang pelaku penyelundup sabu-sabu di Rutan Surakarta tersebut Emi Suryani (35) warga Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon Solo dan kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Surakarta," kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Andy Rifai, di Solo, Senin (10/2/2020).

Polisi sudah menyita satu pasang sandal, satu paket sabu-sabu, alat hisap atau pipet sebagai barang bukti. Tersangka ini, menyelundupkan sabu-sabu yang dimasukkan di dalam sandalnya saat membesuk suaminya, Budi Setiawan, seorang tahanan kasus narkoba, pada Jumat (7/2/2020), sekitar pukul 10.00 WIB.

Tersangka gagal menyelundupkan sabu-sabu setelah petugas curiga karena dia menolak menggunakan sandal yang disediakan rutan.

Sandal milik pengunjung rutan kelas 1A Solo, ES yang berisi paket sabu (Foto: iNews/Septyantoro)
Sandal milik pengunjung rutan kelas 1A Solo, Emi Suryani yang berisi paket sabu (Foto: iNews/Septyantoro)

Petugas rutan kemudian memeriksa sandal tersangka dan ditemukan satu paket sabu-sabu dengan pipet didalamnya. Kejadian ini, kemudian dilaporkan ke Polresta Surakarta untuk proses hukum.

Andy mengatakan dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seseorang bernama Kiek yang kini buron. Melalui komunikasi handphone, tersangka diminta mengambil barang haram itu, di dalam bungkus rokok yang diletakkan di kawasan taman Banjarsari, Minggu (2/2/2020).

Setelah mengambil paket sabu-sabu sesuai petunjuk Kiek tersebut, tersangka membawa pulang ke rumah. Tersangka juga mengaku mengonsumsi sebagian sabu-sabu, di rumahnya, Senin (3/2/2020), sekitar pukul 10.00 WIB. Sisanya dia disimpan di lemari rumah.

Kemudian, tersangka pada Jumat (7/2/2020) mengendarai ojek online ke Rutan Surakarta untuk menjenguk suaminya. Saat itu, tersangka mengenakan sandal warna biru muda yang digunakan menyimpan sabu-sabu dan pipet untuk suaminya di tahanan. Namun, niat tersangka digagalkan petugas rutan di ruang pemeriksaan.

Atas perbuatan tersangka tersebut dijerat dengan primair pasal 114 ayat (1) subsidair Pasla 112 ayat (1) subsidair Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang RI No.35./2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal lima tahun menjara dan maksimal 20 tahun penjara, dan atau penjara seumur hidup.


Editor : Nani Suherni