PPKM Darurat, Program KKN Mahasiswa Undip Tetap Diteruskan

Antara ยท Jumat, 02 Juli 2021 - 18:43:00 WIB
PPKM Darurat, Program KKN Mahasiswa Undip Tetap Diteruskan
Gerbang Kampus Undip Semarang. Undip tetap meneruskan program KKN mahasiswa meski ada PPKM Darurat (Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tetap menggelar kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa pada Program Tim II 2021. Meski pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

“Program KKN tetap diteruskan walaupun ada kebijakan pemerintah soal PPKM Darurat. Namun, mahasiswa bisa menunda program KKN ini atau mengubah metode KKN agar interaksi dengan masyarakat dapat dikurangi,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Budi Setyono, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, hal itu untuk menjawab keresahan beberapa orang tua mahasiswa yang khawatir atas keselamatan anaknya yang ikut program KKN di daerah Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Masalahnya Tembalang itu masuk zona merah dan anak saya belum divaksin Covid-19. Kami jadi khawatir,” ujar orang tua mahasiswa yang anaknya KKN di Tembalang, dekat kampus Undip.

PPKM Darurat yang dikeluarkan pemerintah memang banyak melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, tetapi kebijakan tersebut tidak menyinggung sama sekali soal KKN yang dilakukan universitas.

Undip menerjunkan 4.830 mahasiswa pada KKN Program Tim II Tahun 2021. Mereka diterjunkan di 166 kota/kabupaten di 28 provinsi. Mahasiswa melakukan kegiatan KKN di sekitar tempat tinggalnya selama 40 hari, sejak 30 Juni hingga 12 Agustus 2021.

Namun, ada sebagian mahasiswa Undip dari berbagai daerah yang melakukan KKN di Tembalang. Kecamatan Tembalang dalam tiga pekan terakhir mengalami lonjakan kasus positif sehingga termasuk zona merah.

Dia mengatakan, mahasiswa bisa menunda program KKN jika khawatir karena ada pandemi atau mengubah metode penelitian masyarakat.

"Konsultasikan dengan dosen pembimbing untuk dapat persetujuan. Yang penting mahasiswa itu bisa mengidentifikasi masalah di masyarakat, kemudian membuat gagasan dan solusinya dalam laporan KKN-nya," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: