PPTI: Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Solo Bukan Seorang Ustaz

Antara ยท Rabu, 11 April 2018 - 09:02 WIB
PPTI: Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Solo Bukan Seorang Ustaz
Tersangka sabu, AGR dan SYR saat digelandang petugas BNNP Jateng di Semarang. (Foto: iNews.id/Wisnu Wardhana)

SOLO, iNews.id - Pimpinan Pondok Pesantren Tamirul Islam (PPTI) Solo menyatakan, tersangka kasus penyalahgunaan narkoba berinisial AGR (47), yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, bukan seorang ustaz atau guru agama di pondok pesantren (ponpes) tersebut. Hal ini untuk mengklarifikasi informasi yang beredar sebelumnya, jika tersangka AGR menyandang status ustaz.

"Kami ingin meluruskan, tersangka AGR bukan tokoh agama setempat," kata Ustaz Mohammad Adhim, salah satu pimpinan PPTI Solo, Selasa, 11 April 2018.

Menurut Mohammad Adhim, pemberitaan yang menyebutkan status AGR sebagai guru agama di ponpes tersebut membuat keresahan. Baik di kalangan santri, alumni, pengajar, wali santri, maupun pihak yang terikat dengan institusinya.

"Kami menyatakan tersangka atau yang bersangkutan bukan tokoh agama, pengajar atau ustaz di PPTI,” ujarnya.

Selain itu, dia menegaskan, tersangka AGR juga bukan petugas satpam, sponsor, tukang masak, cleaning service, atau karyawan di PPTI. "Tersangka tidak memiliki hubungan struktural dengan PPTI," ucapnya.

Menurut dia, tersangka tersebut sebelum ditangkap sering terlihat di kompleks ponpes karena tinggalnya tidak jauh dari kawasan PPTI. Tersangka merupakan jamaah binaan ustaz Muhammad Ali atau sering dikenal Abah Ali.

Kendati demikian, pimpinan PPTI mengimbau agar media meluruskan berita yang tidak benar tersebut. Pihaknya selanjutnya akan memperhatikan perkembangan yang terjadi. "Kami berharap kasus tersebut dapat terselesaikan dan tidak merugikan pihak mana pun," tuturnya.

Menurut Dian Andrea yang mewakili jemaah Abah Ali, tersangka AGR merupakan jamaah binaan "base camp" Abah Ali. AGR ikut mengaji sudah lebih dari lima tahun.

Sebelumnya, BNNP Jateng merilis menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu, yakni AGR (47) warga Laweyan Solo dan Sriyono (53) di Sidoharjo, Sragen, Jumat 6 April 2018 lalu. AGR awalnya diduga seorang ustaz di PPTI Solo, namun ternyata diketahui bukan.


Editor : Donald Karouw