Rakor JPNU Slawi, Ida: Ketuk Pintu, Ketuk Hatinya Pilih Jokowi-Ma'ruf

Kastolani ยท Senin, 01 April 2019 - 02:15 WIB
Rakor JPNU Slawi, Ida: Ketuk Pintu, Ketuk Hatinya Pilih Jokowi-Ma'ruf
Ketum JPNU ida Fauziyah (empat kiri) saat deklarasi JPNU Kabupaten Tegal. (Foto: istimewa)

SLAWI, iNews.id - Perempuan NU yang tergabung dalam Jaringan Peremuan NU (JPNU) Kabupaten Tegal diminta untuk terus bergerak mendatangi rumah warga dan menyampaikan prestasi pasangan 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Ketua Umum Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) Ida Fauziyah mengatakan, masih ada waktu untuk terus menambah dukungan pada Jokowi-Ma'ruf. “Jelaskan berbagai prestasi Pak Jokowi selama ini,” ucapnya saat deklarasi JPNU Kabupaten Tegal di Slawi, Minggu (31/3/2019).

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini juga meminta semua peserta mencatat nama-nama tetangga yang belum menentukan pilihan ke pasangan Jokowi-Ma'ruf. “Setelah dicatat, datangi, ketuk pintu, ketuk hatinya untuk memilih Pak Jokowi,” katanya.

Ida mengatakan, kaum perempuan akan menjadi kunci untuk memenangkan pasangan 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. “Pemilih perempuan lebih banyak. Karena itu terus kita satukan untuk memenangkan pak Jokowi, kiai Ma'ruf Amin,” ujarnya.

Ida meyakini, gerakan kaum perempuan sangat fleksibel. Selain itu banyak forum yang dimiliki kaum perempuan. “Kita juga ingin semuanya mengetuk pintu, mengetuk hati mengajak semua elemen untuk memilih pak Jokowi,” katanya.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori juga mengajak perempuan NU untuk terus menggencarkan sosialisasi. “Kalau masih ada tetangga yang belum mantap, kita datangi. Kita jelaskan prestasi pak Jokowi dan sosok kiai Ma'ruf," katanya.

Gus Yusuf juga mengakui, saat ini banyak beredar fitnah yang menyerang Jokowi. Perempuan NU juga harus bisa meluruskan akan adanya fitnah tersebut. “Pak Jokowi dikatakan anti-Islam. Nyatanya banyak program yang pro pesantren,” katanya.


Soal tudingan bahwa Jokowi anti-Islam, Gus Yusuf menyatakan cukup ditambahi sedikit. “Tambahi saja, Pak Jokowi anti-Islam radikal. Islam yang hanya dijadikan tameng oleh kelompok-kelompok tertentu,” ucapnya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal Umi Azizah mengatakan, dukungan pada Jokowi-Ma'ruf adalah bagian dari upaya menguatkan NU. “Selama periode pertama kita sudah merasakan berbagai program pak Jokowi,” katanya.

Umi menambahkan, jika ada kelompok kecil, namun solid, maka keberadaannya bisa diperhitungkan. “NU sudah besar. Namun harus tetap kompak dan solid, sehingga keberadaannya akan sangat diperhitungkan," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki