Ruwatan Bumi di Borobudur Bawa Spirit Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia untuk Negara G20

Puji Hartono ยท Rabu, 14 September 2022 - 03:04:00 WIB
 Ruwatan Bumi di Borobudur Bawa Spirit Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia untuk Negara G20
Ruwatan Bumi menutup acara puncak rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan atau Culture Ministers Meeting (CMM) negara G20 dan Festival Indonesia Bertutur di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur. (Ist)

"Betul-betul negara lain melihat bahwa kita kaya sekali soal ini. Tadi Menteri Urusan Parlemen dan Kebudayaan India bicara terus dan menghafalkan Ruwatan Bumi, Ruwatan Bumi. India tahu bahwa bumi itu artinya land, country, earth begitu. Mereka sangat paham soal itu. Lalu dari Jerman juga bercerita amazing tentang keragaman budaya kita," katanya.

Lebih lanjut, Ruwatan Bumi yang membawa spirit kearifan lokal masyarakat Indonesia itu merupakan pemantik bagi negara-negara G20 untuk kembali melihat kondisi bumi, lingkungan, dan kesenian yang ada dalam suatu negara.

"Mudah-mudahan ini juga menjadi momentum perhatian semua negara untuk melihat kondisi buminya, lingkungannya, kesenian tradisionalnya sebagai bentuk respek atau penghormatan antarbudaya bangsa," ujarnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Menristek Dikti), Nadiem Anwar Makarim, mengajak seluruh masyarakat dan negara-negara G20 untuk kembali memperhatikan pemulihan bumi. Sebab hidup manusia tidak bisa lepas dari alam dan lingkungan.

"Kita di sini mencari waktu untuk refleksi. Refleksi sebagai seorang manusia yang hidup bergantung pada dinamika empat unsur, yaitu tanah, air, udara, dan api. Tubuh manusia berada di antara langit dan bumi, laut dan darat, serta delapan titik mata angin,” kata Nadiem.

“Melalui Ruwatan Bumi, inilah saatnya untuk kita semua merenungkan proses pemulihan dari dampak pandemi global itu dengan meningkatkan kesadaran kita akan kelestarian alam, manusia, dan semua makhluk hidup," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: