Sekolah di Batang Tolak Calon Siswa Tak Bermasker saat Pendaftaran PPDB Manual

Suryono Sukarno ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 08:31:00 WIB
Sekolah di Batang Tolak Calon Siswa Tak Bermasker saat Pendaftaran PPDB Manual
Pemeriksaan siswa saat PPDB manual di SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020). (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

BATANG, iNews.id - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online di Batang, Jawa Tengah bermasalah. Akibatnya, para siswa terpaksa mendaftar ulang dengan cara manual dibantu panitia di masing-masing sekolah.

Dalam pelaksanaanya, sekolah memberlakukan standar protokol kesehatan bagi siswa yang datang mendaftar secara manual. Mereka yang datang tanpa masker tidak akan dilayani.

Salah sekolah yang menerima pendaftaran manual yakni, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kandeman, Kabupaten Batang. Para pendaftar calon siswa harus melewati serangkaian pemeriksaan, yakni suhu badan terlebih dahulu dicek, wajib cuci tangan hingga kenakan masker.

Sejumlah siswa mengaku memilih langkah manual karena sebelumnya pendaftaran PPDB online error. Mereka pun mendatangi sekolah hari ini, Jumat (19/6/2020).

“Kemarin trobel tidak bisa mendaftar online, akhirnya ini terpaksa datang secara langsung dan melakukan pendaftaran secara manual dengan dibantu para panitia,” kata calon siswa baru, Afandi.

Para calon peserta didik baru yang sudah lolos pemeriksaan, langsung berkumpul di aula untuk mengisi formulir pendaftaran. Setelah mengisi kuesioner dengan hasil nilai sesuai kemampuan, para siswa bisa memilih salah satu dari tujuh jurusan yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan ke laboratorium komputer.

Di lab komputer para calon peserta didik baru tersebut tidak langsung memasukan data berkas pendaftaran secara mandiri. Mereka tetap dibantu panitia mengimput berkas. Mereka hanya duduk dan menunggu di teras laboratorium.

Kepala Sekolah SMKN 1 Kandeman, Suyanta menjelaskan saat pendaftaran server terjadi trobel dan itu terjadi se-Provinsi Jawa Tengah. Sekolah akhirnya memutuskan membuka pendaftaran manual.

“Terjadi masalah se-Jawa Tengah, sehingga dengan terpaksa yang sebelumnya sudah login namun belum berhasil pada hari ini haru datang ke sekolah guna melakukan pendaftaran secara offline,” kata Suyanta.

Dia menuturkan, sesuai anjuran pemerintah, protokol kesehatan juga diterapkan di sekolah. Calon peserta didik yang tidak mengindahkan aturan tidak akan dilayani.

“Kami juga memberlakukan peraturan tegas terkait masa pandemi dan penyambutan new normal, dengan menolak kedatangan calon peserta didik baru yang tidak melengkapi standar protokol kesehaatan diminta untuk pulang meninggalkan sekolah," ujarnya.

Editor : Nani Suherni