Kolom

Supervisi Kolaborasi Berbasis Kebutuhan Guru

Kastolani ยท Senin, 25 November 2019 - 02:38 WIB
Supervisi Kolaborasi Berbasis Kebutuhan Guru
Lukman Hakim

Untuk mencapai suatu tujuan diperlukan strategi yang di dalamnya memuat prinsip, langkah dan panduan yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas kepengawasan.

Prinsip-prinsip pengawasan antara lain menjamin sasaran, efisiensi, menatap masa depan, pengawasan secara langsung, standar ,titik strategis dan teliti ulang. Adapun langkah proses pengawasan dimulai dari menetapkan alat ukur/standar, menentukan metode pengukuran Penetapan standar saja tidak akan berfungsi apabila tidak disertai petunjuk bagaimana cara untuk mengukur pelaksanaan kegiatan.

Oleh karena itu, langkah kedua dalam proses pengawasan adalah menentukan metode atau cara pengukuran yang di dalamnya memuat juga waktu dan tempat pengukuran.

Ada beberapa cara untuk melakukan pengukuran pelaksanaan kegiatan antara lain pengamatan (observasi), laporan lisan dan tertulis, inspeksi, dan pengujian (tes dan non tes), dan pengambilan data baik populasi maupun sampel, membandingkan/menilai dan diakhiri kegiatan tindak lanjut.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa pada program pengembangan kepengawasan sekolah ini, penulis menawarkan dua kegiatan yaitu assessment dan supervisi kolaboratif.

Penulis berasumsi bahwa dua hal tersebut layak dikaji serta dikembangkan untuk meningkatkan mutu kepengawasan sekolah. Pemanfaatan teknologi mutlak diperlukan karena bagi kebanyakan orang proses pengumpulan dan analisis data dipandang sebagai pekerjaan yang membosankan, menyita perhatian, waktu dan tenaga.

Ditambah lagi dengan repotnya meyimpan data, menjaga dari kerusakan maupun kehilangan. Salah satu solusi alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan layanan google form.

Google form merupakan layanan formulir secara online yang memungkinkan pengumpulan informasi/data survei, kuis, dan lain sebagainya secara gratis. Google form memudahkan proses input, analisis dan pengarsipan data.

Dengan google form pengawas sekolah mendapatkan beberapa kemudahan antara lain mendapatkan data yang real time, setiap ada perubahan akan tersimpan secara otomatis, tidak mudah rusak atau hilang, mudah dicari ketika diperlukan, dan mengurangi penggunaan kertas.

Jika angket pada google form sudah 5 siap, responden (kepala sekolah/guru) dapat mengisinya melalui link yang diberikan. Pengisian angket dapat dilakukan secara bersamaan menggunakan personal komputer, laptop, maupun handphone (HP).

Setelah angket diisi oleh responden kita dapat melihat data yang masuk, untuk selanjutnya kita olah dan analisis. Hasil analisis dapat kita lengkapi dengan tabel atau diagram guna memudahkan pembaca memahami informasi yang hendak kita sampaikan.

Informasi yang dimaksud dapat berupa rekomendasi atas dasar fakta yang telah didapatkan melalui assessment. Pada dasarnya pengawas sekolah sebagai seorang supervisor dapat melaksanakan supervisi dengan berbagai teknik dan pendekatan.

Pidarta (1988) menyebut ada enam prinsip yang harus dilaksanakan dalam supervisi akademik antara lain, pertama, hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkhis. Kedua, dilaksanakan secara demokratis. Ketiga, terpusat pada guru. Keempat, didasarkan pada kebutuhan guru. Kelima umpan balik berdasarkan data hasil observasi, keenam, bersifat bantuan professional.

Sesuai dengan paradigma baru manajemen sekolah yang menekankan pemberdayaan dan partisipasi, maka keberhasilan atau kegagalan sebuah sekolah dalam melaksanakan program bukan hanya menjadi otoritas pengawas sekolah.

Hasil monitoring yang dilakukan pengawas sekolah hendaknya disampaikan secara terbuka kepada stakeholder. Selanjutnya secara bersama-sama pihak sekolah dapat melakukan evaluasi dan refleksi diri atas data yang didapat.

Evaluasi dan refleksi diri sekolah dapat menggunakan sebuah forum diskusi, misalnya berbentuk Focused Group Discussion (FGD), yang melibatkan unsur-unsur stakeholder sekolah. Diskusi kelompok terfokus ini dapat dilakukan dalam beberapa putaran sesuai dengan kebutuhan.

Tujuan dari FGD adalah untuk menyatukan pandangan stakeholder mengenai realitas kondisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah, serta menentukan langkah-langkah strategis maupun operasional yang akan diambil untuk memajukan sekolah.

Peran pengawas sekolah dalam hal ini adalah sebagai fasilitator sekaligus menjadi narasumber apabila diperlukan, untuk memberikan masukan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.


Editor : Kastolani Marzuki