Tanah Ambles di Batang, Gubernur Ganjar Pranowo Siap Datangkan Ahli Geologi

Suryono Sukarno ยท Sabtu, 22 Februari 2020 - 03:40 WIB
Tanah Ambles di Batang, Gubernur Ganjar Pranowo Siap Datangkan Ahli Geologi
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan warga Batang saat meninjau lokasi jalan ambles. (Foto: iNews/Suryono)

BATANG, iNews.id - Tanah ambles yang terjadi di Desa Jolosekti Kecamatan Tulis Batang, Kamis (20/2/2020) mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan siap mendatangkan ahli untuk mendapatkan data penyebab terjadinya tanah ambles. 

"Di daerah Jawa Tengah memang rawan bencana mulai dari tanah amblas, mikrosesar dan lainnya, dan bencana tersebut potensi di banyak tempat," kata Ganjar Pranowo saat mengunjungi korban banjir di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Batang, Jumat (21/2/2020). 

Kerusakan alam pun, kata Ganjar, menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana. Karena itu, masyarakat harus bersama-sama menjaga dengan melakukan penghijauan dan membuat teras sering.

"Tapi untuk kasus amblesnya tanah di Desa Jolosekti Batang yang ada 15 hektaran, akan kita bantu ceking dan kalau perlu kita datangkan ahlinya," kata Ganjar Pranowo. 

Setalah ada tim ahli akan diketahui seberapa besar potensi kerawanannya, sehingga dalam menghitung peranacaan pembangunanya masyarakat mengerti dan paham kita hidup di daerah bencana. 

"Ini menjadai penting agar masyarakat tahu agar program keluaraga tahan bencana, keluarga tangguh bencana bisa dimengerti dan dipahami ketika tanahya bangunan tahu resikonya dan dapat meminimalisir," kata Ganjar Pranowo.

Bupati Batang Wihaji menjelaskan, amblesnya tanah yang mencapau 50 cm akan ditangani secepatnya. “Kalau tidak di tangani secara cepat dan serius dikhawatirkan dapat berpotensi bencana yang cukup besar yakni longsor yang bisa ke permukiman warga," katanya. 

Wihaji juga mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah yang dinilai cepat menangani daerah rawan bencana dengan menndatangkan ahli geologi dan BMKG.


Editor : Kastolani Marzuki