Tipu Warga Rembang dengan Modus Gandakan Uang, Komplotan Penipu Gasak Ratusan Juta Rupiah

Angga Rosa · Senin, 05 Desember 2022 - 15:54:00 WIB
Tipu Warga Rembang dengan Modus Gandakan Uang, Komplotan Penipu Gasak Ratusan Juta Rupiah
Keterangan foto: Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menunjukkan dua orang tersangka penipuan beserta barang buktinya. Foto/Ist

REMBANG, iNews.id – Dua orang pria berinisial AA alias Gus Ali warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang dan ND warga Kaliwungu, Kendal ditangkap petugas Satreskrim Polres Rembang. Keduanya ditangkap karena menipu warga Rembang dan berhasil menggondol uang ratusan juta rupiah.

Sementara tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian dan ditetapkan sebagai DPO. Masing-masing berinisial DR asal Kabupaten Pati yang berperan menghubungi dan menyakinkan Korban, AN asal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal berperan membantu GUS ALI dan SM yang merencanakan.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan mengatakan, komplotan pelaku penipuan yang beroperasi di Desa Pamotan Kececamatan Pamotan ini berhasil menipu warga dengan modus ritual menggandakan uang. Mereka berhasil menggondol uang sebanyak ratusan juta dari para korbannya.

"Para tersangka beraksi dengan menggelar ritual khusus untuk menarik uang secara gaib. Kemudian korban diperlihatkan dan diiming-imingi dengan tumpukan uang.

Kemudian korban diminta untuk mengambil tiga lembar uang tersebut untuk diperiksa keasliannya dengan dimasukan ke mesin ATM," kata saat gelar perkara, Senin (5/12/2022)

Setelah korban percaya bahwa uang tersebut asli, selanjutnya korban diperlihatkan tumpukan uang sebanyak enam kardus di dalam sebuah kamar. Pelaku menyebut bahwa uang tersebut sebesar Rp600 miliar. Korban bisa memiliki uang tersebut dengan syarat harus menyiapkan uang untuk zakat sebesar 10 persen dari jumlah uang yang diinginkan.

“Dia menjelaskan kepada korban bahwa dia bisa melakukan ritual penarikan uang senilai Rp600 miliar. Kemudian korban sebelum menerima uang tersebut harus membayar uang zakat senilai 10 persen dari nilai uang yang diminta korban,” terangnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: