Tradisi Syawalan di Jepara, Ribuan Warga hingga Bule dan Kapal Perang Ikut Meriahkan
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama Wakil Bupati M Ibnu Hajar dan unsur Forkopimda turut hadir mengikuti prosesi. Bahkan, kapal perang Pulau Menjangan juga ikut memeriahkan perayaan budaya tersebut.
Menurut Witiarso, larung kepala kerbau merupakan simbol rasa syukur masyarakat kepada laut.
"Prosesi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur, doa, dan harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, keselamatan, serta hasil yang melimpah bagi masyarakat Jepara, khususnya para nelayan,” ucapnya.
Tradisi Lomban Syawalan disebut telah berlangsung lebih dari 1 abad dan menjadi identitas masyarakat pesisir Jepara. Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga memperkuat kebersamaan warga.
Ke depan, Pemkab Jepara berencana menambah atraksi air di sepanjang TPI Ujungbatu untuk menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, keterlibatan kapal perang dan wisatawan mancanegara akan terus ditingkatkan agar tradisi ini semakin mendunia.
Editor: Donald Karouw