Video Viral Nenek Meninggal saat Antre di IGD, Ini Jawaban RSUD RA Kartini Jepara

Alip Sutarto, Antara ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 15:25 WIB
Video Viral Nenek Meninggal saat Antre di IGD, Ini Jawaban RSUD RA Kartini Jepara
Cuklikan video seorang nenek warga Jepara, Jawa Tengah (Jateng) meninggal dunia di ambulans (Istimewa)

JEPARA, iNews.id - Video seorang nenek warga Jepara, Jawa Tengah (Jateng) meninggal dunia di ambulans viral di media sosial. Dikabarkan sang nenek meninggal saat antre menunggu pelayanan IGD RSUD RA Kartini Jepara.

Dalam video amatir yang diterima iNews, terlihat seorang nenek dalam mobil ambulans desa dengan posisi tertidur. Terdengar seseorang yang menanyakan kondisi sang nenek kepada perawat. Diketahui, nenek tersebut bernama Lukito warga Mambak, Jepara yang berusia 69 tahun.

Pengunggah video Abdul Rosyid mengatakan, pelayanan tim medis di IGD RSUD RA Kartini Jepara dianggap lambat. Saat itu, pihak rumah sakit berasalan ruang IGD penuh, bahkan kereta dorongpun habis. Hingga akhirnya keluarga pasien diminta menunggu di tempat parkir.

Lebih dari dua jam menunggu di tempat parkir, kondisi pasien dalam kondisi kritis. Tak berapa lama seorang perawat bersedia memeriksa kondisi kesehatan pasien, namun pasien telah meninggal dunia.

"Saya sampai di UGD jam 12.30 sampai asar. Kita dua kali minta petugas untuk memastikan ternyata pasien sudah meninggal," ucap Abdul Rosyid, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, Direktur RSUD RA Kartini Jepara Dwi Susilowati menyampaikan tidak bermaksud menelantarkan Lukita. Dia mengatakan, saat itu IGD memang sudah penuh pasien.

Bahkan jumlah pasien yang tertampung di IGD sudah melebihi kapasitas tempat tidur sebanyak 13 unit. Kemudian terdapat tambah 12 tempat tidur. Saat kejadian, pasien yang antre mencapai 19 antrean dan harus menunggu di luar.

"Kami tidak inginkan hal seperti itu lagi nanti, sehingga harus mawas diri lagi serta memilah-milah pasien yang memang benar-benar 'emergency' yang diterima. Jika tidak masuk kategori tersebut, tentu tidak akan diterima," ujarnya.

Dia menjelaskan, pasien di IGD dengan rujukan harus melalui fasilitas kesehatan pertama. Sementara Lukita (69) tidak dilengkapi surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Sudah saya cek, tidak ada surat rujukan dan pasien memang datang sendiri dengan diantar mobil ambulans desa," ujarnya.


Editor : Nani Suherni