Wali Kota Semarang Resmikan Gedung Oudetrap dan Taman Kasmaran

Andik Sismanto ยท Senin, 08 Januari 2018 - 20:42 WIB
Wali Kota Semarang Resmikan Gedung Oudetrap dan Taman Kasmaran
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meresmikan sejumlah proyek di Taman Sri Gunting, Kota Lama Semarang Senin (8/1/2018). (Foto: iNews.id/Andik Sismanto)

SEMARANG, iNews.id – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meresmikan sejumlah proyek pembangunan di Kota Semarang yang telah rampung dikerjakan sepanjang tahun 2017, Senin (8/1/2018) di Taman Sri Gunting, Kota Lama Semarang. Pembangunan tersebut dinilai telah mengubah wajah Kota Semarang.

Proyek yang diresmikan di antaranya Gedung Oudetrap di Kota Lama Semarang, Gedung IBS ICU & Radiologi Terpadu di RSUD Kota Semarang, dan Taman Kasmaran di Jalan Dr Sutomo Kota Semarang. “Totalnya ada 485 program dengan 3.323 kegiatan yang kami garap di tahun 2017,” ujar hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi menuturkan peresmian proyek bukan kegiatan seremonial biasa, melainkan bentuk pelaporan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kepada masyarakat. Saat dia dilantik pada tanggal 17 Februari 2016, dia berjanji wajah Kota Semarang akan mulai terlihat berubah pada tahun 2018. "Hari ini, alhamdulillah apa yang kami upayakan sudah mulai mendapat respons positif dari masyarakat,” tutur Hendi.

Dia menegaskan, kunci perubahan Kota Semarang pada banyaknya pihak yang ikut bergerak bersama membangun Kota Semarang. Bila membandingkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang dengan yang dimiliki kota besar lain, jumlahnya relatif lebih kecil.

Namun, menurut Hendi, itu tak menjadi masalah karena semua elemen bergerak mulai dari Pemkot Semarang, Muspida, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), pemerintah pusat, perusahaan swasta, sampai masyarakat. Pembangunan pun bisa lebih masif.

Salah satu hasil perubahan wajah kota terlihat dari luas kawasan kumuh di Kota Semarang dari yang semula pada tahun 2016 mencapai 415,93 hektare (ha), tahun 2017 sudah berkurang 114,35 ha menjadi 301,58 ha. Tahun ini, luasnya juga ditargetkan berkurang. “Kami menargetkan lua kawasan kumuh kembali ditekan menjadi 201,05 ha,” paparnya.

Sementara Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rina Farida yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, menata sebuah kawasan membutuhkan sebuah koordinasi dan kerja sama. Tidak hanya Pemkot Semarang, masyarakat di dalam yang terkait dengan kawasan juga harus berkoordinasi dengan baik.

“Kementerian PUPR akan terus mendukung perbaikan dan pembangunan infrastruktur di antaranya dengan memperbaiki drainase dan mengubah kawasan kumuh,” ujarnya.


Editor : Maria Christina