BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin puting beliung saat masa pancaroba. (ilustrasi)

Terkait dengan datangnya masa pancaroba, dia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin puting beliung berupa hujan lebat yang terjadi secara tiba-tiba dengan disertai angin kencang yang berlangsung singkat dan kadang disertai petir.

Menurut dia, angin puting beliung yang berpotensi terjadi pada masa pancaroba biasanya ditandai dengan kondisi cuaca pada pagi hari terlihat cerah dan suhu udara terasa panas terik.

Akan tetapi menjelang siang, kata dia, cuaca mulai terlihat mendung seiring dengan munculnya awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis) dan disusul dengan kemunculan awan Cumulonimbus (CB) yang berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Awan CB itulah yang dapat memicu terjadinya angin puting beliung," katanya. Lebih lanjut, Teguh mengatakan laut selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta saat sekarang juga memasuki masa transisi dari musim angin baratan menuju musim angin timuran.

Dengan demikian, kata dia, tinggi gelombang relatif sedang (1,25-2,5 meter) yang sering terjadi di laut selatan Jabar-DIY. 


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network