Suasana Borsumy Heritage, kawasan Kota Lama Semarang, Rabu 18 Januari 2023 malam. (Eka Setiawan)

Sisi sejarah, Borsumy ini para masa Kolonial Hindia Belanda adalah pusat perdagangan. Akronim dari Borneo Sumatera Maatschappij (Borsumij) alias Pusat Perdagangan Borneo Sumatera.

“Jadi seperti bulog. Makanya ada gudang besar di situ. Nama aslinya kami tidak akan ubah,” kata Ari Wibowo.

Ke depan, di Borsumy Heritage juga akan diisi dengan semacam sentra UMKM. Sementara untuk butik hotel, saat ini masih tahap pembangunan dan rencananya rampung pertengahan tahun ini. Ada 10 kamar di sana. Hotelnya juga berkonsep Hindia Belanda.

“Tempat di sini bagus. Mendapatkan tempat di sini tidak mudah, potensinya sangat besar. Karena Semarang ini kota transit dari Jakarta ke Surabaya. Harapannya wisatanya semakin ramai (setelah Covid mereda), banyak turis asing akan singgah di sini,” sambung Ari yang punya nama lengkap Raden Arianto Wibowo Wirjodiprodjo Ali Mustopo ini.

Soal merambah dunia bisnis, Ari menyebut ini memang kali pertama dilakukan di luar Jakarta. Dia mengatakan, tentu tidak akan selamanya bergulat di dunia hiburan. “Ada beberapa tawaran (main) sinetron. Saya ingin tinggalkan legacy,” ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network