Danramil 04 Gayamsari Kodim 0733 Kota Semarang, Mayor Inf Rahmatullah AR didampingi Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo saat mengunjungi Sanjoto di rumahnya. (Ist)
Ahmad Antoni

SEMARANG, iNews.id – Momen mengharukan terekam saat Danramil 04 Gayamsari Kodim 0733 Kota Semarang, Mayor Inf Rahmatullah AR mengunjungi rumah Sanjoto (92) di Kampung Blimbing Raya, Peterongan Semarang. Sanjoto adalah mantan prajurit TNI AD dari kesatuan Corps Polisi Militer yang juga eks anggota BKR, cikal bakal TNI saat perang kemerdekaan.

Sanjoto menceritakan masa perjuangannya di hadapan Danramil  yang didampingi Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo beserta staf dalam momentum peringatan HUT ke-77 TNI.

Sanjoto pertama kali bergabung dalam kancah perjuangan saat pendudukan Jepang di Solo tahun 1945. Dia ikut mengusir Jepang dari Solo dan terpaksa hijrah menyingkir dari Solo saat kedatangan tentara Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. 

Dia kemudian bergabung dalam BKR dan ditempatkan sebagai Polisi Tentara, cikal bakal Corps Polisi Militer dengan pangkat Letnan Muda.

Peran penting Sanjoto saat itu adalah sebagai pengaman rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk wilayah Wonogiri hingga Pacitan Jawa Timur.

Berbagai pertempuran sengit dengan Belanda dialami, hingga berhasil meledakkan satu truk pasukan Belanda saat konvoi di daerah Jumapolo. Berbagai jenis senjata milik tentara Belanda dan Gurkha berhasil dia rampas dan jadi bekal perjuangan pasukannya.

Kepada generasi muda TNI dan Polri, Sanjoto berharap agar menjaga persartuan. "TNI dan Polri harus solid agar negara ini kuat. Jangan sampai kita bersaing dalam hal kekuatan,”  kata Sanjoto, Kamis (6/10/2022).

“Jadilah prajurit yang solid bisa menyatukan seluruh komponen bangsa untuk menjaga kedaulatan negara Indonesia. Jadilah contoh yang baik bagi rakyat. Bantu rakyat, karena merekalah yang membantu perjuangan kami merebut kemerdekaan dahulu," katanya.

Pria uzur yang pernah menjadi sopir Bung Karno saat inspeksi pasukan pemukul dalam Operasi Penumpasan DI/TII di Slawi ini mengaku iri menyaksikan TNI sekarang yang tampil gagah.

"Saya berpikir andai kata dulu pakai pakaian loreng tentu akan terlihat gagah seperti anak-anak (prajurit) sekarang. Dulu saat awal berjuang hanya pakai celana komprang dan sarung. Seperti petani yang sedang dolan jalan ke mana-mana. Baru setelah itu pernah pakai seragam warna keki dan hijau sampai pensiun 1983," kata Sanjoto.

Dia mengaku sangat membahagiakan dikunjungi prajurit TNI dan Polri saat momen HUT ke-77 TNI. "Saya tidak menyangka akan dikunjungi. Jadi merasa bahagia ada yang mengingat. Ini kesempatan untuk menyampaikan pesan kami kepada generasi muda. Jangan pernah menyerah dalam mengabdi pada bangsa dan negara. Jangan mau dilemahkan dan diadu domba," ujarnya.

Sementara, Danramil mengatakan bahwa silaturahmi ini dilakukan keluarga besar Koramil dan Polsek Gayamsari ingin menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh TNI.

“Mereka yang lebih dulu ada dari kami. Selain itu kita butuh suri teladannya sebagai tentara pejuang yang mengalami perang kemerdekaan," kata Rahmatullah.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT