Ilustrasi - Gas elpiji 3 kilogram. Foto: dok.
Antara

KUDUS, iNews.id – Masyarakat di Kabupaten Kudus mulai mengeluhkan kesulitan mendapat gas elpiji 3 kilogram. Pemkab setempat bakal membuka layanan pengaduan terkait persoalan itu.

"Dalam waktu dekat, layanan pengaduan akan kami lengkapi dengan nomor call center atau pusat panggilan. Untuk sementara, silakan masyarakat datang ke kantor kami untuk mengadukan permasalahan terkait elpiji 3 kilogram," kata Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno, Rabu (31/8/2022). 

Ketika sudah tersedia nomor pusat panggilan, nantinya masyarakat yang mengadu tidak perlu datang ke kantor Dinas Perdagangan, dan cukup melalui telepon.

Ia mengakui hingga saat ini memang belum mendapatkan laporan resmi yang masuk terkait stok elpiji 3 kilogram di pasaran. Sedangkan keluhan kesulitan mendapatkan elpiji melon yang diketahui saat ini baru sebatas di media sosial.

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan elpiji di kalangan masyarakat, pihaknya baru menyusun draf surat edaran untuk diberikan kepada agen maupun pangkalan elpiji terkait aturan yang selama ini berlaku untuk dipatuhi.

Misal, sesuai aturan pangkalan elpiji 3 kilogram seharusnya memprioritaskan untuk melayani konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) minimal 70 persen dari alokasi elpiji yang diterima. Selebihnya untuk pedagang eceran.

Permasalahan kelangkaan elpiji di kalangan masyarakat, diduga karena munculnya pedagang eceran yang menjual komoditas bersubsidi tersebut ke berbagai tempat. Sedangkan keberadaan pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya, bukannya dijual ke luar wilayah pangkalan elpiji tersebut berada.

Ia juga meminta pangkalan mematuhi pengisian logbook yang berisi catatan nama-nama pelanggannya, sehingga bisa diketahui selama ini alokasi elpiji yang diterima dijual kepada siapa saja. Jika dijual kepada warga yang bukan dari daerah sekitar, tentunya bisa diketahui.

Masing-masing pangkalan elpiji juga diminta untuk menjaga ketersediaan stok elpijinya, sehingga tidak mudah terjadi kelangkaan. Alokasi elpiji yang diterima Kabupaten Kudus pada tahun ini sebanyak 29.274 metrik ton atau 9,76 juta tabung ukuran 3 kilogram. Sedangkan realisasi penyalurannya hingga Juli 2022 sebanyak 5,4 juta tabung. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT