317.000 Penunggak Pajak di Jateng Bebas Denda, Kok Bisa?

Taufik Budi ยท Senin, 16 November 2020 - 19:18:00 WIB
317.000 Penunggak Pajak di Jateng Bebas Denda, Kok Bisa?
Ilustrasi (Berrie Brima/ Dok iNews)

SEMARANG, iNews.id - Pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dirasa bermanfaat bagi warga di tengah masa pandemi Covid-19. Setidaknya ada 317.000 penunggak pajak akhirnya menyetor untuk membayar tagihan pajak kendaraan mereka.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Tavip Supriyanto mengatakan, pihaknya juga melakukan pembebasan denda pajak kendaraan pada awal masa pandemi Covid-19. Pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) II dalam dan dari luar Provinsi Jateng serta pembebasan sanksi berlaku 5 bulan, dari 17 Februari sampai 16 Juli 2020.

"Kembali Pemerintah Provinsi Jateng mengeluarkan kebijakan keringanan pajak, melalui Peraturan Gubernur No. 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor bagi Masyarakat Jateng, yang berlaku tanggal 19 Oktober 2020 sampai 19 Desember 2020," ujar Tavip, Senin (16/11/2020).

"Tujuan program ini untuk meringankan beban masyarakat akibat pandemi Covid-19," ujarnya.

Dia menjelaskan, realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jawa Tengah dari Januari sampai 13 November 2020 sebesar Rp3,706 triliun atau 78,64 persen dari target Rp4,714 triliun. Program pembebasan denda pajak itu terbukti ampuh mendongkrak pendapatan meski masih dalam masa pandemi.

"Penerimaan PKB khusus pada saat program pembebasan, mulai 19 Oktober sampai 13 November 2020 sebanyak 912 ribu objek senilai Rp354 miliar. Dari penerimaan tersebut, 317.000 objek di antaranya mendapatkan fasilitas bebas sanksi/denda," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: