Ganjar Pranowo Minta Pemkot Semarang Ajukan PSBB Seperti Tegal

Taufik Budi ยท Minggu, 19 April 2020 - 12:47:00 WIB
Ganjar Pranowo Minta Pemkot Semarang Ajukan PSBB Seperti Tegal
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang berkomunikasi denan 35 siswa lewat aplikasi Zoom (Foto: dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Semarang tegas menerapkan physical distancing untuk menekan penyebaran Covid-19. Dia menilai saatnya untuk membuat skenario penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagaimana Kota Tegal.

"Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien," kata Ganjar, Jumat (17/4/2020).

Ganjar mengaku resah melihat kondisi Kota Semarang dalam pencegahan penularan Covid-19. Sebab selama bersepeda keliling Kota Semarang, dia melihat masih banyak kerumunan di berbagai tempat. Bahkan sampai larut malam pun, kafe-kafe di Semarang masih ramai pengunjung.

"Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras agar semua mengerti karena malam kafe masih buka dan banyak yang nongkrong. Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada," ucapnya.

Agar lebih efektif, Ganjar menginstruksikan Wali Kota Semarang untuk melakukan kajian dan perhitungan, kemungkinan penerapan PSBB. Kajian dan perhitungan itu menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik sampai keamanan.

"Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu itu terlihat drastis dan persebarannya semakin luas, tidak usah ragu-ragu (mengajukan penerapan PSBB)," katanya.

Dia pun berharap masyarakat di Kota Semarang semakin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa itu.

"Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang tongkrong haha hehe. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua," ujarnya.

Editor : Nani Suherni