Kena PHK saat Pandemi, Pria Asal Magelang Ini Malah Sukses Jadi Eksportir Ubi Madu

Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 20 Januari 2022 - 15:47:00 WIB
Kena PHK saat Pandemi, Pria Asal Magelang Ini Malah Sukses Jadi Eksportir Ubi Madu
Muhammad Choirul Umam, warga Dusun Belon, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang yang sukses menjadi petani dan eksportir ubi madu. Foto: Tangkapan layar akun YouTube CapCapung.

MAGELANG, iNews.id – Kena PHK saat pandemi Covid-19 tidak membuat Muhammad Choirul Umam patah semangat. Pria asal Dusun Belon, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang ini alih profesi sebagai petani dan sukses menjadi eksportir ubi madu

“Dulu awal-awal terkena pandemi, banyak orang yang dikeluarkan dari perusahaan. Mungkin mereka stres, saya pun awalnya stres, tapi kalau kita terlalu stres, kita nggak nggak bakal maju, nggak ada perubahan,” kata Muhammad Choirul Umam dikutip dari akun YouTube CapCapung, Kamis (20/1/2022). 

Setelah alih profesi menjadi petani, dirinya sangat senang. Sebab ketika di sawah, dirinya makan apa saja rasanya enak. Selain itu juga tidak ada yang mengatur jika sewaktu waktu ingin istirahat. Menjadi petani, yang mengatur waktu adalah diri sendiri.

Saat terjun ke dunia pertanian, Muhammad Choirul Umam memilih menjadi petani sayuran tanaman holtikultura, dan umbi umbian. Sedangkan yang paling ditekankan adalah pertanian umbi umbian dengan menanam ubi madu. Bahkan hasil panen ubi madu kini bisa diekspor ke Singapura dan Korea melalui agro expo. 

Dia menceritakan, ketika awal pandemi Maret 2020 lalu, dirinya bekerja di perusahaan di Jakarta. Saat pandemi dirinya terkena dampak dan terkena PHK karena kantor yang tidak bisa beroperasi. 

Dirinya lalu pulang ke kampung halaman di Magelang dan tertarik dengan dunia pertanian. Baginya, dunia pertanian sangat menarik karena bisa menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan potensi dari tanaman umbi juga sangat bagus. 

Sebab bisa menggantikan bahan pokok seperti nasi dan diekspor. “Awalnya saya mengetahui kalau orang Jepang, Korea, dan Singapura mengonsumsi ubi itu dari YouTube, internet dan sosial media,” katanya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: