Kisah Kerbau Bule Keraton Solo, Konon sebagai Pengawal Pusaka Kiai Slamet

Ary Wahyu Wibowo ยท Jumat, 22 Juli 2022 - 17:35:00 WIB
Kisah Kerbau Bule Keraton Solo, Konon sebagai Pengawal Pusaka Kiai Slamet
Ilustrasi - Kerbau bule milik Keraton Solo saat kirab malam 1 Sura dari penanggalan Jawa. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo.

SOLO, iNews.id – Sejarah Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo tak bisa lepas dari keberadaan kerbau bule. Kerbau yang memiliki warna kulit yang khas, yaitu bule (putih agak kemerah-merahan), sampai kini masih dapat dilihat di kandang yang berada di Alun-Alun Selatan Keraton Solo.

Dikutip dari keraton.perpusnas.go.id, kerbau bule milik Keraton Solo diyakini bukan sembarang kerbau. Sebab keberadaannya termasuk salah satu pusaka penting milik keraton. 

Dalam buku Babad Solo karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kebo bule adalah hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II. Kala itu, istananya masih di Keraton Kartasura, sekitar 10 kilometer arah barat Keraton Solo saat ini. 

Menurut pujangga kenamaan Keraton Solo, Yosodipuro, leluhur kerbau bule merupakan hadiah dari Kiai Hasan Beshari, Tegalsari, Ponorogo kepada Paku Buwono (PB) II, yang diperuntukkan sebagai cucuk lampah (pengawal) dari sebuah pusaka keraton yang bernama Kiai Slamet. 

Saat itu, PB II pulang dari mengungsi di Pondok Tegalsari ketika terjadi pemberontakan pecinan yang membakar Keraton Kartasura. Sekadar catatan, sampai sekarang pihak keraton tidak pernah bersedia menjelaskan apa bentuk pusaka Kiai Slamet.

Karena bertugas menjaga dan mengawal pusaka Kiai Slamet, maka masyarakat menjadi salah kaprah menyebut kebo bule ini sebagai Kerbau Kiai Slamet.

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: