Kisah Sukses Lulusan SMKN Jateng, Berkarier di Jepang Beli Tanah dan Mobil untuk Orang Tua

Ahmad Antoni ยท Rabu, 20 Juli 2022 - 09:35:00 WIB
Kisah Sukses Lulusan SMKN Jateng, Berkarier di Jepang Beli Tanah dan Mobil untuk Orang Tua
Salah satu lulusan SMKN Jateng sukses berkarier di Jepang. (IST)

SEMARANG, iNews.id – SMKN Jawa Tengah tak hanya memberikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu, tapi juga mencetak lulusan yang unggul dan mampu mengangkat derajat keluarganya. 

Seperti Rizki Indra Pratama dan Dwi Angga Setiawan, yang sukses bekerja di Jepang. Rizki Indra Pratama merupakan lulusan angkatan 2 SMKN Jateng kampus Pati, yang berasal dari Desa Keser RT 004 RW 002 Tunjungan, Kabupaten Blora. Lulus  tahun 2018, dan berhasil diterima bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengecatan AC di Jepang.

“Setelah saya lulus, saya disalurkan kerja di Jepang. Alhamdulillah saya sudah pernah mengikuti ekstrakurikuler bahasa Jepang saat di SMKN Jateng. Saat bekerja di Jepang bidang pengecatan AC rumah, AC pabrik, dan juga AC kapal,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).

Putra dari pasangan Joko Eko Supriyanto dan Lestari itu sudah 3,5 tahun bekerja di Jepang. Saat ini, ia sudah mampu mengubah kondisi ekonomi keluarganya.

“Saya sudah 3,5 tahun lebih bekerja di sini dan Alhamdulillah saya bisa mengubah perekonomian keluarga. Saya memberikan modal orang tua untuk berdagang sehingga memberikan pemasukan yang jelas, membelikan mobil orang tua dan juga sepeda motor adik saya yang masih sekolah. Ada juga tanah untuk investasi masa depan, dan menabung buat buka usaha sepulang dari Jepang nantinya,”  ungkapnya.

Bagi Rizki, SMKN Jawa Tengah memberikan banyak pelajaran, terutama kedisiplinan. Selain itu, sangat membantu untuk siswa kurang mampu dalam meraih cita-citanya. Sebab, bersekolah di sini tidak dipungut biaya sepeser pun, termasuk asrama, makan dan perlengkapan alat sekolah.

“Saya masuk SMKN Jateng tahun 2015 saat itu keadaan ekonomi keluarga saya yang kurang baik, yaitu ayah saya bekerja sebagai tukang ojek yang penghasilannya tergolong rendah dan tak menentu, dan ibu hanya ibu rumah tangga,” imbuh lulusan jurusan Teknik Perbaikan Bodi Otomotif itu.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: