Kritik Pemerintah, Dalang di Boyolali Gelar Pentas Wayang Kulit di Atas Genting

Tata Rahmanta ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 08:27:00 WIB
Kritik Pemerintah, Dalang di Boyolali Gelar Pentas Wayang Kulit di Atas Genting
Dalang Ki Gondho Waryoto ini mementaskan wayang kulit di atas atap genting rumahnya di Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali (Foto: iNews/Tata Rahmata)

BOYOLALI, iNews.id - Aksi nyeleneh dilakukan seorang dalang di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Untuk mengkritik kebijakkan pemerintah, dalang tersebut menggelar pentas wayang kulit di atas atap genting rumah.

Dalang bernama Ki Gondho Waryoto ini mementaskan wayang kulit di atas atap genting rumahnya di Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Pementasan wayang ini juga lengkap dengan pemain gamelan dan sinden.

Bukan tanpa alasan, pentas wayang kulit di bawah terik sinar matahari ini yang berlangsung sekitar satu jam. Dengan lakon Prabu Mboten Gadah Arto tersebut, menceritakan negara yang miskin dan prabu yang tidak memiliki uang.

Pagelaran kesenian di tempat yang tak lazim tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk aksi karena selama pandemi Covid-19 para pelakuk seni khususnya dalang tidak bisa mencari nafkah. Pentas wayang di atas atap genting rumah sebagai gambaran dan sindiran tidak ada yang melihat pertunjukan wayang tidak ada kerumunan.

Melalui pentas di atas genting ini, dia memohon ke pemerintah agar kebijakan di masa pandemi corona ini juga menguntungkan ke pekerja seni. Jika tak boleh pentas, pemerintah juga diminta memberika solusi bagi para seniman untuk mencari nafkah.

"Saya kepingin banget, kebijakan pemerintah itu win win solusion. Kami bisa pentas dengan protokol kesehatan, jadi kami bisa pentas bisa makan," ucapnya.

"Maaf ya di tempat hajatan itu masih bisa atur jaga jarak, kalau di mal atau tempat wisata itu agak susah," ujarnya.

Sementara bagi warga, aksi nyeleneh Dalang Ki Gondho Wartoyo tersebut menjadi hiburan tersendiri. Meski tidak terlihat jelas, namun warga tetap melihat dari bawah.

"Enggak jelas liatnya, tapikan bisa dengar suaranya. Ini bisa buat anak-anak seneng juga," kata Tri Lestari.

Editor : Nani Suherni