Polda Jateng Amankan 97 Orang yang Diduga Rusak Fasilitas Umum saat Demo Omnibus Law

Ahmad Antoni ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 20:17:00 WIB
Polda Jateng Amankan 97 Orang yang Diduga Rusak Fasilitas Umum saat Demo Omnibus Law
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menemui sejumlah demonstran yang diamankan, Jumat (9/10/2020). (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Polda Jawa Tengah (Jateng) telah mengamankan 97 orang yang diduga pelaku anarkistis saat demonstrasi ribuan buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Demo yang berlangsung sejak Rabu (7/20/2020) hingga Kamis (8/10/2020) di di Kota Semarang dan beberapa daerah itu menyisakan sejumlah kerusakan fasilitas umum.

"Telah diamankan total ada 97 orang yang diduga pelaku anarkistis," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna di Semarang, Jumat (9/10/2020).

Iskandar mengatakan, empat orang di antaranya telah diproses hukum dengan Pasal 170, 212 dan 216 KUHP di Polrestabes Semarang. Keempatnya masing-masing berinisial IAN, MAM, IRF, dan NAA . Sementara satu orang berinisial RT, telah diproses hukum dengan Pasal 216 KUHP di Polres Sukoharjo.

"Para pelaku tindak anarkistis ini akan dijerat dengan pasal 212, 216, 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun," katanya.

Dia mengatakan, unjuk rasa penolakan Omnibus Law itu menimbulkan kerugian materi seperti kerusakan motor maupun mobil dinas hingga pos lantas yang dirusak oleh para demonstran. Selain itu, demonstrasi tersebut juga mengakibatkan korban luka luka, baik dari demonstran maupun aparat kepolisian.

Ada beberapa fasilitas publik dan sarana kepolisian yang telah dirusak massa pengunjuk rasa. Pada Rabu (7/10/2020), gerbang Gedung DPRD Provinsi Jateng dirusak massa demo di Semarang. Sementara pada Kamis (8/10/2020) di Sukoharjo, truk Satpol PP dan Pos Polisi dibakar massa di Pekalongan.

"Mobil Dinas Kominfo dan mobil Binmas Polres Pekalongan tak luput dari amuk massa. Tak hanya itu, para demonstran juga merusak lampu kota dan taman kota Semarang," kata Iskandar.

Kabid Humas kembali menegaskan, Kepolisian akan menindak tegas massa yang berlaku anarkistis saat menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Sebab, aksi mereka termasuk tindak kriminal yang harus diproses hukum.

Sementara Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi tampak memantau langsung demontrasi di depan Grand Artoz Magelang, Jumat (9/10/2020) siang hingga sore. Dia juga menegaskan, tidak ada masyarakat yang boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum.

"Sudah kami bubarkan dengan protap kapolri mulai dari tim Dalmas Sabhara, sampai pasukan anti huruhara Brimob karena eskalasi sudah meningkat anarkistis. Yang jelas Polri tetap memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat," kata Kapolda.

Kapolda juga memastikan, meskipun dalam tiga hari terakhir ini telah terjadi aksi demonstrasi, situasi dan kondisi kamtibmas daerah Jawa Tengah secara umum kondusif.

Editor : Maria Christina