Menelusuri Jejak Kemerdekaan Indonesia di Semarang, Berawal dari Gedung Djawa Hookokai

Ahmad Antoni ยท Rabu, 17 Agustus 2022 - 20:53:00 WIB
Menelusuri Jejak Kemerdekaan Indonesia di Semarang, Berawal dari Gedung Djawa Hookokai
Gedung Djawa Hookokai merupakan Gedung Pertemuan Masyarakat Pribumi (Indonesia) yang kini menjadi Kampus Fakultas Hukum Untag 17 Agustus 1945 di Jalan Pemuda No 70 Semarang. (Ist)

SEMARANG, iNews.id – Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu saksi sejarah dalam perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Babak Baru Kemerdekaan RI di Semarang berawal dari Gedung Djawa Hookokai dan peran para jurnalis kala itu. 

Gedung Djawa Hookokai merupakan gedung pertemuan masyarakat pribumi (Indonesia) yang kini menjadi Kampus Fakultas Hukum Untag 17 Agustus 1945 di Jalan Pemuda No 70 Semarang.

Ketika itu, pada hari Jumat 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB baru saja dilakukan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh wakil bangsa Indonesia Soekarno-Hatta di Jakarta.

Tak lama berselang, kabar Kemerdekaan Indonesia disiarkan melalui Kantor berita Domei (milik Jepang) berkedudukan di Pasar Baru Jakarta. Yang menyiarkan kabar tersebut adalah R Soegiarin (dimakamkan di TPU Bergota Semarang), melalui berita morse atas perintah Adam Malik selaku pimpinan Kantor Berita Domei.

Berita Proklamasi Kemerdekaan sampai pula ke Kantor Berita Domei Perwakilan Semarang berkedudukan di Jalan Pemuda No 49 (dulu Bodjong), tepat berada di depan Gedung Djawa Hookookai. Sekarang bekas Kantor berita Domei di tempat atau menjadi Hotel Louis Kene.

Setelah disiarkan melalui siaran morse oleh R Soegiarin, berita diterima oleh Markonis Kantor berita Domei Semarang dan kemudian dibawa oleh seorang wartawan bernama Sjarief Soelaiman ke Gedung Djawa Hookookai yang kebetulan saat itu sedang dilakukan Rapat Komite Persiapan Indonesia Merdeka di bawah pimpinan Mr Wongsonegoro selaku Fuku Syuutjookan atau Wakil Residen Semarang.

Sampai di Djawa Hookookai, Sjarief Soelaiman menemui MS Mintardjo (teman wartawan Domei) yang tengah mengikuti dan meliput rapat. Sjarief mengajak MS Mintardjo yang berada di tengah rapat turun ke lantai bawah untuk mengabarkan berita Proklamasi yang baru diterima dari siaran Domei Jakarta.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: