Modal Mobil Gadaian, Bakul Ayam Geprek Ajak Pacar ke Hotel untuk Diperkosa

Nani Suherni ยท Selasa, 15 September 2020 - 12:06 WIB
Modal Mobil Gadaian, Bakul Ayam Geprek Ajak Pacar ke Hotel untuk Diperkosa
Seorang pria inisial KR (22) warga Desa Wergonayan, Kecamatan Mirit, Kebumen (Foto: Dok Humas Polres Kebumen)

KEBUMEN, iNews.id - Seorang pria inisial KR (22) warga Desa Wergonayan, Kecamatan Mirit, Kebumen harus berurusan dengan Polres Kebumen, Jawa Tengah. Dia diduga memperkosa pacarnya yang masih di bawah umur.

KR yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual ayam geprek di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengatakan, setiap mengampiri rumah korban, KR selalu mengendarai mobil Honda Brio. Diketahui mobil itu gadaian dari seseorang. Rupanya, setelah mendapatkan cinta korban, tersangka dengan mudah menyetubuhinya.

Tersangka seminggu sekali pulang Kebumen. Setiap pulang, tersangka meminta jatah berhubungan badan kepada korban.

“Terakhir aksi persetubuhan itu dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2020 malam. Persetubuhan dilakukan di sebuah kamar hotel di Kebumen,” kata AKBP Rudy, dilansir dari website resmi Polda Jateng, Selasa (15/9/2020).

Aksi persetubuhan itu terbongkar setelah keluarga curiga korban sering tidak pulang. Saat diintrogasi, korban mengaku pergi bersama kekasihnya dan menginap di sebuah hotel di Kebumen. Saat menginap, korban mengaku berhubungan badan dengan tersangka.

Mengetahui hal tersebut selanjutnya pihak keluarga melaporkan ke Polres Kebumen, sehingga tersangka KR ditangkap pada hari Minggu (6/9/2020) di wilayah Prembun. Kepada polisi tersangka mengaku sering melakukan persetubuhan layaknya suami istri dengan korban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Nani Suherni