Pasien Covid-19 Melonjak, Kamar Bersalin dan Perawatan Bayi Diubah Jadi Ruang Isolasi
SEMARANG, iNews.id - Tingkat keterisian pasien Covid-19 mencapai 100 persen. Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro Semarang mengalihfungsikan kamar bersalin dan perawatan bayi menjadi ruang isolasi rawat inap Covid-19.
Sebanyak 40 tempat tidur baru disiapkan setelah 400 tempat tidur penuh dan tidak bisa menampung lonjakan pasien Covid-19 kiriman warga Semarang dan luar kota yang terus berdatangan. Sementara untuk penambahan tenaga medis pihak rumah sakit akan merekrut tenaga sukarela.
Selain penambahan ruang rawat inap, pihak rumah sakit juga menambah tenaga medis untuk memberikan pelayanan.
Tercatat sejak bulan Mei hingga Juni ini, sebanyak 40 tenaga kesehatan di RSUD Wongsonegoro terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari driver, perawat dan apoteker dan kini sebagian masih menjalani isolasi di rumah sakit.
Sementara untuk mengurangi penumpukan pasien di ruang IGD RSUD Wongsonegoro mengalihfungsikan ruang kamar Dewi Kunthi, ruang yang biasa digunakan untuk perawatan ibu bersalin dan bayi ini diubah menjadi ruang isolasi Covid-19 dengan kapasitas 40 tempat tidur serta ditambah alat oksigen.
“Kita menerima pasien dari Semarang juga dari luar Semarang. Kebanyakan yang dari luar Semarang itu datang sendiri tidak lewat rujukan, tapi sebagian kecil juga lewat rujukan,” kata Wakil Direktur Umum RSUD KRMT Wongsonegoro, de Eko Krisnarto, Rabu (16/6/2021).
“Karena biasanya pasien yang dirujuk itu sangat membutuhkan, terutama membutuhkan ruang ICU. Jadi trennya itu masih naik. Dalam dua minggu ini mengalami tren kenaikan sehingga kita harus mengantisipasi dengan menambah ruang rawat inap isolasi
Dalam penambahan tenaga medis, RSUD Wongsonegoro akan merekrut tenaga medis sukarela untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Diharapkan penambahan ruang rawat inap Covid-19 dapat menampung lonjakan pasien Covid yang masuk ke rumah sakit.
Editor: Ahmad Antoni