Potret Taman Literasi Bulusan, Dulu Lahan Kosong dan Horor Kini Jadi Ruang Publik
“Harapan kami kepada yang berwenang supaya kalau ada fasum bisa dioptimalkan segera bisa diwujudkan. Terus terang aktivitas rutinitas akan menjenuhkan manakala tidak ada aktivitas sosial untuk komunikasi dan kebersamaan, apakah itu aktivitas sosial untuk olahraga, bazar dan kegiatan anak-anak,” ujar pensiunan PNS ini.
Menurut dia, keberadaan Taman Literasi karena dilatarbelakangi oleh banyak anak-anak di bawah hingga berusia remaja. Kemudian dilatarbelakangi banyak aktivis akademika seperti dosen dari berbagai macam keilmuan yang mengajar di sekitar Undip. “Sehingga taman literasi pas banget, kebetulan ada 11 tenaga pengajar, ada profesor, insinyur dan sebagainya,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus mengungkapkan bahwa situasi alam dan lingkungan memang dulunya tanah di Bulusan tidak banyak diminati, selain sepi juga ada sekitar 1998-1999 ada hal-hal yang sedikit secara kasat mata banyak yang mengalami.
“Ya anak-anak dan cucu saya pernah melihat sesuatu di tegalan yang jarang dijangkau. melihat sesuatu pada pohon tampak ada “orang” Beberapa anak seperti itu. Kalau sekarang sudah semakin banyak penduduknya, hal-hal seperti itu mulai menghilang,” ungkapnya.
Mulyo Cahyono, warga setempat mengungkapkan jika pemilik lahan Taman Literasi hingga kini belum pernah menampakkan diri. “Saya tinggal di sini mulai 2003, kebetulan menempati di sisi depan taman,” katanya.
“Taman waktu itu tidak terurus karena memang pemiliknya tidak pernah menampakkan diri, rumputnya tinggi, disinyalir jadi sarang binatang buas. Itu yang membuat kami sedikit khawatir karena di musim tertentu hewan itu akan mampir ke rumah,” ungkap pria yang akrab disapa Yoyok ini.
Dia juga mengalami hal di luar kasat mata serasa uji nyali. Sedikit ada cerita ya ada uji nyali, ada penampakan muncul di sekitar situ. Memang tempatnya mendukung, pohonnya besar, rungkut, ada beberapa anak kecil yang melihat ‘penampakan’ inilah yang mendorong kami, warga RT 4 untuk sengkuyung bareng terutama keindahan lahan kosong bisa dimanfaatkan.” Ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni