PPDB Online di Jateng, Ganjar: Banyak yang Titip ke Saya, Alasannya Tetek Bengek

Ahmad Antoni ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 14:55:00 WIB
PPDB Online di Jateng, Ganjar: Banyak yang Titip ke Saya, Alasannya Tetek Bengek
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengingatkan agar proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ini tidak sampai diwarnai praktik kolusi. Anak-anak hendaknya diajarkan perilaku integritas dan jujur dalam proses pendaftaran sekolah.

Peringatan ini disampaikan Ganjar mengingat banyak orang yang mencoba menghubungi dirinya untuk mempermudah proses PPDB online. Alasannya pun bermacam-macam agar anaknya bisa lolos pendaftaran.

"Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasane, tetek bengek (masalah yang kecil atau remeh) jadi satu. Alasan ini, alasan itu. Intinya pokoke piye carane masuk. Jadi sebenarnya kita mengedukasi, enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," kata Ganjar di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (18/6/2020).

Menurut Ganjar, seharusnya orang tua tidak perlu melakukan cara-cara seperti itu. Kalaupun nanti harus ada kebijakan, itu akan menjadi keputusan terakhir yang diambil. Tentu dengan pertimbangan yang diserahkan kepada dirinya selaku gubernur. Yang terpenting, anak-anak harus diajari untuk jujur.

"Berikan mereka data yang benar dan ajari berintegritas. Karena kalau masuknya saja dengan cara tidak benar, ya enggak baik," ucapnya.

Ganjar menegaskan hal ini setelah ada warga yang bertindak kurang bijak saat menyertakan berkas PPDB online. Seperti halnya, kartu keluarga (KK) yang tidak sesuai atau masalah KK lain yang banyak ditanyakan masyarakat.

"Ketentuannya KK satu tahun, maaka satu tahun silakan diurus. Ternyata banyak orang yang kurang sekian bulan atau tidak satu tahun. Ini dikhawatirkan modus untuk mendekati sekolah," katanya.

Menurut Ganjar, surat pindah tugas kerja orang tua juga bisa disertakan dalam pendaftaran PPDB. Nantinya semua akan diverifikasi lebih dulu. "Tinggal pindah beneran atau tidak, kita verifikasi. Sebenarnya verifikasi KK, verifikasi pindah, dan sebagainya, itu memang sering kali tidak clear," ujar Ganjar.

Dia melihat untuk isu KK memang seolah sudah lama disiapkan. Misalnya KK, bisa menumpang KK saudaranya dulu atau indekos yang dekat dengan sekolah. Bahkan, saat ini ada pula masyarakat yang ditawari surat kesehatan hingga surat keterangan lainnya.

Karena itu, Ganjar mempersilakan warga untuk menghubungi hotline yang tersedia di sistem online PPDB jika menemukan hal ini. Masyarakat juga tak perlu khawatir saat mendaftar karena akses NIK yang semula hanya 300.000 per hari sudah ditambah kapasitasnya sejak kemarin. Akses ini bisa dibuka hingga 1 juta pengakses per hari.

"Enggak ada kendala. Servernya juga enggak ada kendala," ujarnya.

Editor : Maria Christina